Lebaran, Momen Perubahan Anak Muda

Hola, Anak Muda!! Akhirnya saya nulis lagi wkwkk. Setelah Ramadhan kemarin lupa nulis terus hehe. Kali ini temanya, lebaran..

Lebaran alias idul fitri selalu punya cerita sendiri bagi anak-anak muda. Lebaran menjadi ajang kumpul-kumpul dengan sanak saudara yang mungkin sudah setahun gak dikunjungi. Bahkan, mungkin jadi ajang kumpul saudara yang sebelumnya belum pernah ketemu, bahkan tahu namanya saja belum. Momen lebaran inilah yang menjadi momen pas untuk menjalin silaturahim.

Lebaran selalu membuat harga-harga bahan pangan naik. Beras, gula, garam, telur, daging, dan lain-lain pasti mengalami kenaikan harga. Tapi, uniknya, masyarakat tetap pada beli, demi yang namanya LEBARAN !! Harga pangan naik, konsumsi naik, inflasi naik, kolestrol naik, berat badan naik. Semua naik di lebaran ini…

10346537_1018878168137411_609214157693476627_n

Lebaran dan anak muda. Anak muda dengan segudang mimpinya menjadikan lebaran ini sebagai momen perubahan. Ketika sebelum lebaran masih begitu, habis lebaran harus begini. Kalo sebelum lebaran masih ada kurang ini itu, habis lebaran harus ditambal ini ituya. Kalau sebelum lebaran belum sukses, habis lebaran harus lebih sukses. Kalo sebelum lebaran lebaran masih jomblo, habis lebaran, siap-siap jadi jomblo lagi, asal jangan kelamaan..

Lebaran membuat migraasi manusia di Jawa ini unik. Dari barat ke timur. 9 juta penduduk Jakarta bermigrasi ke timur, menyisakan 3 juta penduduk asli Jakarta. Lebaran membuat Jakarta menjadi kota yang nyaman untuk beberapa hari. Bebas macet, polusi berkurang, udara lebih segar, dan banyak kesegaran-kesegaran lainnya yang mungkin hanya setahun sekali dirasakan.

Kembali ke anak muda. Lebaran biasanya menjadi momen dimana si anak muda melihat lingkungannya berubah. Saudara-saudara sepupu sepermainan dulu, sekrang udah nikah, udah punya momongan, udah punya rumah sendiri, udah punya mobil sendiri, udah kerja disana sini, dan lain-lain. Momen lebaran adalah momen motivasi, momen yang membuat seluruh adrenalin anak muda naik untuk menantang dunia, mengubah nasib, mengubah diri sendiri.

jodoh-itu-pasti

Lebaran tanpa keinginan untuk berubah setelahnya seperti mobil dengan body mulus tanpa mesin. Sebagus apapun luarnya, tanpa mesin, ia takkan bisa berpindah kemana pun. Maka, tentukan tujuanmu setelah lebaran ini. Mungkin saya juga termasuk yang lupa menulis kemana tujuan setelah lebaran ini biar gak lupa, walau sudah di ubun-ubun. Tanpa perubahan, lebaran akan terasa hampa. Semoga kita dipertemukan lagi dengan lebaran tahun depan dengan berbagai perubahan.

Mudik lebaran tahun ini pakai bus, semoga tahun depan pakai mobil sendiri
Mudik lebaran tahun ini ga bawa oleh-oleh, semoga tahun depan bisa beli oleh-oleh
Mudik lebaran tahun ini hafalan baru 1 juz, semoga tahun depan bisa 3 juz
Mudik lebaran tahun ini masih SENDIRI, semoga tahun depan gak sendirian lagi

 

Malang, Kampung Mudik
H-40 Wisuda UGM Agustus 2016

Inspiring Itu Kalau Bisa ke Luar Negeri. Beneran?

Ke luar negeri? Siapa yang ga pengen ke luar negeri. Apalagi masih mahasiswa. Bawa nama kampus, bawa nama negara, bawa nama orang tua. Siapa yang tidak bangga guys ? Ketika mahasiswa lain masih sibuk dengan berbagai kegiatan kampusnya sendiri-sendiri, kamu malah bisa mewakili kampusmu ke luar Indonesia. Kamu tentu punya nilai plus di mata teman-temanmu karena pernah ke luar negeri. “Wuihh keren ya kamu bisa ke Singapura. Oleh-oleh dong..”, “Wiih udah sampe Big Bang aja nih. Tulisin namaku di kertas dong di depan Big Bang…..”. Ungkapan kekaguman mungkin yang sering kita jumpai ketika melihat temen kita update status lagi di suatu tempat di luar Indonesia.

Sebenernya, kamu-kamu yang pernah mewakili kampus atau negeri ini ke luar negeri termasuk inspiring banget gak sih? Ya jelas dong. Kamu itu inspiring banget. Bisa ngalahin sekian ribu orang yang ikut seleksi event-event di luar negeri sana. Atau mungkin kamu bisa membawa nama kampusmu disana, di saat teman-temanmu belum bisa. Cuma, yang perlu digarisbawahi, inspiring itu apa sih? Apa iya harus ke luar negeri dulu, foto-foto, upload foto, baru dinamain inspiring student?

11216493_10153497359397053_8208690943115993183_o

Menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain bukan harus selalu berhasil ke luar negeri. Banyak juga lho yang ga pernah ke luar negeri, tapi menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain. Bukan berarti kamu yang pernah ikut event di luar negeri, atau mungkin lagi kuliah atau kerja di luar negeri nggak inspiring. Bisa ke luar negeri saat mahasiswa cuma salah satu bentuk inspiring tadi. Ini beberapa contoh mahasiswa inspiring yang ga perlu ke luar negeri dulu untuk jadi inspiring

  1. Mahasiswa PKM

318809_271574552947955_1775032224_n

PKM menjadi sebuah ajang adu kreativitas antar mahasiswa se Indonesia yang paling bergengsi. Yang bisa lolos PKM sampai tingkat nasional itu keren banget sumpah. Nah, dari PKM inilah sering muncul ide-ide brilian dari para mahasiswa dan dosen. Ide-ide yang bisa membantu masyarakat Indonesia pada umumnya. Kalau ide-ide ini difasilitasi dan dibuat jadi nyata, itu lebih keren lagi, dan yang pasti inspiring banget. Contoh PKM yang paling membuat saya kagum adalah timbangan beras yang bisa ngeluarin suara yang menyebutkan berat timbangan itu. Misal beratnya 2 kg, akan  muncul suara yang berbunyi “2 kilogram..”. Itu keren banget dan cocok untuk membantu para tunanetra agar tetap bisa membantu mereka dalam berdagang. Inspiting bukan?

2. Mahasiswa Study Oriented

wifi-158401_1280

Mahasiswa jenis ini banyak banget di kampus. Menjadi study oriented itu bukan hal yang jelek lho. Banyak orang beranggapan mahasiswa study oriented itu jelek dan gak kreatif. Siapa bilang. Dengan mereka seperti itu, mereka banyak yang bisa cumlaude waktu wisuda. Jadi cumlaude waktu wisuda itu keren lho (saya bisa cumlaude gak ya wisuda ini, wkkwk..). Dengan mereka fokus belajar, mereka juga jadi garda terdepan sumber jawaban soal-soal ujian menjelang ujian. Tanpa mereka, kita mungkin gak akan tertolong. Jadi, buang jauh-jauh image kalau mahasiswa study oriented itu gak keren. Yang gak keren tuh, kalau udah study oriented, terus gak mau ngajarin temennya. Itu baru gak keren, haha. Mau contohnya mereka yang keren itu? Jurusan saya banyak banget lho, tinggal pilih. Yang pasti, di jurusan saya yang pinter-pinter pada mau ngajarin kita-kita yang males-males ini, hehe. Kalian semua keren gaes. Makasih atas SP-SP kalian selama ini..

3. Mahasiswa Komunitas Sosial

111900606

Mereka ini adalah mahasiswa yang bergabung ke banyak komunitas sosial untuk membantu langsung masyarakat. Dana sumbangan yang dikumpulkan lalu diberikan kepada yang berhak. Bukan hanya itu, mereka juga memberdayakan masyarakat langsung melalui komunitas sosial yang mereka miliki. Mereka bergerak langsung untuk memberi efek kepada perubahan kehidupan masyarakat. Contohnya, Komunitas Untuk Jogja. Mereka mengadakan pelatihan-pelatihan ke masyarakat-masyarakat desa disana untuk pelatihan hidroponik, menanam tumbuhan, wirausaha, dll. Keren lho. Mereka ini garda terdepan dalam hal sosial pokoknya

4. Mahasiswa Imam dan Takmir Masjid Sekitar Kampus

masjid-pogung-raya4

Jangan dikira mereka yang jadi takmir dan imam masjid itu gak inspiring. Mereka itulah penggerak kebaikan diantara masyarakat sekitar kampus. Ketika warga-warga di sekitar kampus sibuk bekerja, merekalah yang mengatur agar masjid selalu ada yang adzan, ngisi kajian dan lain-lain. Belajar ilmu agama yang lebih dalam juga menjadi kelebihan yang harus kita tiru. Mereka adalah calon imam idaman para mahasiswi. Jangan kira yang jadi takmir masjid itu nikahnya lama. Banyak yang habis wisuda, langsung ngelamar. Mau contoh? Sudah terlalu banyak. Cari sendiri ya..

Terus, ada pertanyaan gini. Buat apa sih jadi mahasiswa yang inspring Inspiring disini bukan berarti pamer kelebihan ya. Maksudnya adalah kita punya sesuatu lebih yang membuat kita berbeda dan lebih dibanding orang lain. Sebagai mahasiswa, sudah sepantasnya kita punya sesuatu yang berbeda dibanding mahasiswa lain, apapun itu. Bahasa HRD nya, differentiation. Kalau kamu gak punya sesuatu yang beda pada dirimu, alias same-same kayak orang lain, kamu akan berat untuk bisa berkembang. Temukan sesuatu yang berbeda pada dirimu, lalu explore, kembangkan.

Pernah bayangin kumpulan kuda liar warna hitam di sabana di benua Afrika sana? Pasti pernah lah ya di internet atau TV. Lalu tiba-tiba ada zebra di tengah-tengah mereka, tentu kita bisa mengenalinya dengan cepat kan? Kenapa begitu? Karena warna kulit zebra itu berbeda dari kuda-kuda di sekitarnya.

Tempat Buka Puasa Selama Ramadhan Sekitar UGM

Bulan Ramadhan selalu dinanti para mahasiswa, terutama mahasiswa UGM. Saldo untuk buka puasa bisa 0 rupiah sebulan, alias numpang buka sekalian makan di masjid-masjid sekitar UGM.

Mungkin, ini beberapa referensi masjid sekitar UGM yang menyediakan makanan berbuka selama Ramadhan. Semua ini berdasar pengalaman pribadi kami dan bocoran dari teman-teman. Beberapa masjid juga kami sertakan walau agak jauh dair kampus UGM tercinta. Monggo..

  1. Masjid Pogung Raya

masjid-pogung-raya4

Masjid ini terletak di utara fakultas Teknik UGM. Salah satu masjid terbesar di sekitaran kampung Pogung. Menunya biasanya lengkap dari nasi, lauk (ayam, ikan, telor), sayur, teh, kurma, hingga buah-buahan. Reccommended banget..

2. Masjid Pogung Dalangan

masjid-pogung-dalangan

Masjid ini cuma sekitar 200 m dari Masjid Pogung Raya. Untuk menu, kurang lebih sama lah ya. Cuma, Ramadhan ini belum sama sekali kesana. Nanti kalau mampir, kalau sempat kami bakal update hehe

3. Masjid Kampus UGM

21843795

Siapa yang gak kenal Masjid Kampus UGM alias Maskam ini? Maskam biasanya menyediakan 1400-1500 an porsi buka per hari. Lumayan itu untuk 1400 an mahasiswa perantauan dijamin gak kelaparan. Menunya lebih bervariasi. Kadang ada susu juga kalau beruntung. Monggo dicoba

4. Masjid Syuhada

01_aris

Masjid ini ada di daerah Kotabaru. Menunya juga kurang lebih sama dengan masjid-masjid di atas. Kadang sih, kata orang-orang ada susu sama puding. Kata orang-orang sih. Mungkin bisa tanya dengan warga sekitar ya. Tapi dijamin mantap lah

5. Masjid Nurul Islam

img00577-20110804-1231

Nah, ini masjid paling reccomended. ada di Jakal km 5. Hampir bisa dipastikan, setiap hari daging lauknya, entah ayam, bebek, kambing, sapi, atau kepiting (ya kali makan kepiting pas buka). Biasanya nih, yang dijadiin langganan warung Padang Sederhana (mantap kan?) sama Lesehan Aldan. Paling reccomended Nuris ini

6. Masjid Jogokariyan

masjid-jogokariyan

Last but not least, Masjid Jogokariyan. Masjid yang terkenal dengan pengelolaan dana masjidnya yang luar biasa ini menyediakan 1500 an porsi makanan berbuka tiap harinya. Konon, tiap malam Jumat alias kamis, menunya selalu gulai kambing. Pehh, penasaran kan? Mumpung malam Jumat ini, datengin aja tuh masjid..

 

Sekian dari kami. Kalau mau nambahin, komen aja di bawah. Kamu terbantu dengan ini? Bisa lho dishare hehe.

Syukron…

Bawa Pulang Memori Merapi Itu

IMG_5312

Di Bawah Bekas Rekahan Erupsi Merapi

Foto di atas membawa memori ini menuju masa-masa muda dulu (udah tua banget ya sekarang). Jaman-jaman tugas belum begitu banyak menumpuk dan makin sulit. Jaman ketika hidup ini terlihat begitu indah untuk dijalani tanpa beban. Tapi itu sudah berlalu. Kini, dunia terlihat lebih nyata, lebih realistis.

Foto di atas menggambarkan kejayaan masa lalu. Saat itu, perjalanan ke Merapi diputuskan cuma dalam waktu 1 jam. Jam 3 sore ada ide naik Merapi. Setelah ide disebar di grup, beberapa orang yang ingin naik Merapi langsung berkumpul dan mempersiapkan segalanya. Jam 4 sore, semua sudah siap seperti yang direncanakan. Semua bekal ada. Perjalanan 2 jam menuju titik lokasi pendakian terasa begitu cepat di New Selo.

Perjalanan dimulai jam 8 malam dan sampai di puncak Merapi saat Shubuh tiba. Shalat shubuh ditunaikan di sekitar Pasar Bubrah, daerah datar terakhir sebelum tanjakan terakhir ke puncak, sesaat setelah fajar shadiq muncul di ufuk timur. Pendakian sambil merangkak di rekahan bekas erupsi 2010 begitu menantang. Puncak pun diraih ketika jam 7 pagi. Indahnya masa muda, hahaha

IMG_5191

Penampakan Sesaat Setelah Fajar Shadiq, Penanda Shubuh

IMG_5228

Tenaga Dalam (Pict: Mas Faza)

Kini, sudah 3 orang yang meninggalkan masa lajangnya. Mengubah hidup dari yang serba sendiri kini menjadi serba bersama. Mengubah status belum menikah di KTP menjadi sudah menikah di KTP. Foto di atas mengajarkan bahwa kemana pun kalian pergi, bukan kemananya yang paling penting, tapi dengan siapa. Percayalah, orang-orang di samping saya di atas adalah orang-orang spesial yang pernah dilahirkan kampus kerakyatan di Jogja itu.

 

Segeralah Mandiri Walau Sederhana

Ketika banyak lelaki memilih kehidupan super nyaman di ruang ber-AC bermodal gadget dan sokongan dana orang tua, ternyata masih ada lelaki yang berjuang sendiri menghidupi dirinya. Berjuang menghasilkan uang untuk dirinya sendiri. Berjuang untuk feeding themselves by their own hands. Ada yang memulai untuk mengajar, berbisnis, bikin proyek-proyek sendiri, dan lain-lain. Banyak jalan untuk menghidupi diri sendiri.

Terutama di perantauan, mampu bertahan hidup tanpa bantuan orang tua adalah kebanggaan, terutama bagi seorang lelaki. Tempat di perantauan adalah tempat melatih kemandirian, tempat melatih diri kita untuk membentuk karakter kita. Tempat yang tepat untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Yang kuat mentalnya akan terlihat, yang lemah mentalnya akan telihat juga. Karena di tempat perantauan tak ada orang yng mengontrol diri kita selain diri kita sendiri.

IMG-20160316-WA0003

Saya begitu kagum dengan teman-teman saya yang tidak menggantungkan hidupnya dari bantuan dana dari orang tua. Apapun caranya, harus bisa makan dari tangan sendiri, harus bisa tinggal di kos/kontrakan dengan tangan sendiri. Sebagai contoh, ijinkan saya menceritakan kehidupan sesorang yang saya kenal 2 tahun lalu. Mungkin beliau adalah orang pertama yang bisa kuliah di Jakarta sekitar 8-9 tahun lalu. Disana, beliau memulai hidup barunya jauh dari orang tua. Beliau bertekad untuk tidak minta uang lagi ke orang tuanya di desa.

Singkat cerita, sembari kuliah, beliau bekerja di berbagai tempat. Beliau bekerja apapun asal halal dan mampu menutupi kebutuhan harian. Beliau pernah kerja sebagai pelayan restoran makanan Jepang pada malam hari. Beliau bekerja sampai larut malam, kadang sampai dini hari, lalu bangun di pagi hari, kuliah, dan begitu seterusnya. Penghasilannya lumayan untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Lalu, beliau beralih ke pekerjaan yang beresiko, tapi dengan bayaran lebih tinggi sebagai petugas keamanan klub malam. Di tempat itu, tiap malam pasti ada saja yang bertengkar gara-gara teler atau masalah-masalah sepele. Beliau berkali-kali menjadi pihak yang menetralisir kegaduhan yang dibuat para penghuni klub malam. Kalau boleh sebut gaji, gaji beliau bisa sampai 10 juta per bulan sebagai petugas keamanan klub malam. Namun, beliau tidak tahan,sehingga beliau pindah sebagai asisten advokat di Jakarta.

Beliau bekerja sebagai asisten advokat dan akhirnya mampu menyerap pengalaman di bidang hukum. Kuliahnya tidak terganggu, namun kariernya di luar kampus juga meningkat. Lalu, karena sesuatu, beliau kehabisan uang dan terancam tidak bisa lanjut kuliah. Lalu, dengan hasil kerja kerasnya itu, dia dipercaya untuk ikut magang di Astra Inrernasional dengan gaji lumayan. Lalu, datang musibah yakni ayah beliau meninggal dunia. Karena tidak mendapat ijin dari atasannya untuk pulang sebentar, beliau memutuskan keluar dari Astra. Dasar udah rejeki, beliau ditawari jadi kepala desa pas pulang. Allah memang Maha Baik.

IMG20160316074931

Cerita di atas mungkin salah satu cerita paling inspiratif yang pernah saya dengar. Cerita seoragn pemuda yang merantau menemukan jati dirinya. Maka, bagi kita para lelaki, apalagi yang mahasiswa atau yang berumur 20 an, mandirilah. Semakin cepat mandiri, walau tak harus mewah dan banyak-banyak, semakin banyak yang bisa dicapai segera. Karena apa? Kebanggaan sebagai seorang lelaki adalah menghidupi dirinya dan orang-orang yang dicintainya.

Jangn lupa membantu saudara-saudara sekitar kita yang kurang beruntung ya.

Sekian. Salam mandiri..

Tips Bikin Surat Perusahaan (CV, PT, dkk)

Ini adalah sambungan postingan beberapa waktu lalu tentang membuat surat perusahaan seperti CV, PT, dan lain-lain. Maka disini saya akan bagi pengalaman mengenai beberapa hal yang saya alami selama membuat surat-surat perusahaan. Karena saya bikinnya CV, mungkin ini pas buat kamu yang mau bikin CV. Tapi, misal pengen bikin selain juga kurang lebih sama, cuma bedanya di biaya dan syarat-syarat tertentu saja.

Ada beberapa hal baru yang saya dapatkan beberapa waktu lalu. Ada yang menyenangkan sampai membingungkan. Berikut beberapa pengalaman saya:

What would you do if you won the lottery?

a. Akta Notaris Lama Banget Jadinya karena Syarat Kurang 1

Akta notaris CV saya baru jadi sekitar 1 bulan semenjak mengumpulkan persyaratan untuk membuat surat CV. Hal ini karena saya belum dapat KTP pemilik tanah. Jadi gini ceritanya. Rumah teman saya yang saya jadiin kantor CV itu kan ada surat tanah. Nah, surat tanah itu masih pakai pemilik lama. Pemilik lama itu gak mau ngasih fotokopi atau foto KTP nya dengan alasan tertentu. Teman saya sebagai pemilik baru rumah pun mencoba untuk dibalik nama surat tanahnya, alias diganti nama pemiliknya dengan nama bapaknya. Padahal untuk balik nama juga butuh KTP pemilik lama. Ribet kan?

Setelah pemilik lama dan baru nego sekian minggu, muncullah KTP pemilik lama dengan difoto. Saya yang nunggu hampir sebulan lega banget setelah dikatung-katung selama ini. Padahal proyek-proyek menunggu di depan. Jadi, kamu yang mau bikin syaratnya tolong dilengkapi bener-beneer, terutama kalau berkaitan dengan pemilik lama surat tanah atau rumah.

b. Tanda Tangan Warga Sekitar

Disini adalah titik penting dalam pembuatan surat-surat usaha kamu. Kamu harus bisa meyakinkan tetangga kamu kalo kamu akan bikin usaha di tempat yang kamu bikin. Kamu harus dapat tanda tangan tetangga kanan, kiri, depan, dan belakang tempat usaha. Kemampuan sosialmu benar-benar ilatih disini. Jangan sampai warga gak setuju cuma gara-gara kamu kurang sopan kepada tetanggamu. Nanti biasanya kamu dapat nasihat dari warga sekitar yang kamu mintain tanda tangan supaya kamu juga ikut menjaga ketertiban dan kebersihan kompleks.

c. Hati-Hati dengan RT, RW, Lurah, sampai Camat yang Nakal

Disini adalah hal yang mungkin rahasia umum, tapi belum banyak tahu. Hal ini tidak menggeneralisir semua yang menjabat dengan jabatan-jabatan di atas. Hal ini cuma terjadi beberapa orang, tidak semua. Namun, alangkah baiknya kalau kita mengetahuinya supaya bisa mengantisipasinya.

Intinya, kamu harus hati-hati kalau kamu nemu orang yang nakal kayak gitu, alias minta uang ke kamu biar kamu dapat tanda tangannya. Pengalaman teman saya ada yang mau bikin surat perusahaan juga, RW nya minta uang 5 juta supaya dapat tanda tanggannya. Lalu, ada beberapa teman yang bercerita serupa sebelum saya minta tanda tangan ke RT RW saya setempat. Alhamdulillah, RT RW saya baik-baik, gak perlu bayar pungli di atas. Malah dikasih masukan gimana biar usaha saya ini lancar dan sebagainya.

Kampus Yang Tak Dirindukan

Kalau kita denger kata kampus, mungkin akan terkenang masa-masa lalu yang entah begitu indah untuk dikenang. Masa kampus adalah masa yang memang untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang. Ya kali mau teriak “Hidup Mahasiswa Indonesia” terus sampai tua, kapan hidup sama kamunya…

Momen-momen terakhir berstatus mahasiswa di sebuah kampus yang katanya elite mungkin membuat diri ini tertawa sendiri melihat kesibukan adik-adik angkatan di kampus. Malam-malam mau numpang ngenet, eh masih banyak aja tuh orang-orang. “Praksus besok Mas sama Pak Prof”. Buset praksus. Jaman kapan itu praksus alias praktikum khusus. Kamu yang dari jutusan lain mungkin belum pernah kan praktikum, tapi bahan dan cara kerjanya disuruh bikin dan di list sendiri? Itu lebih susah dibanding kalo udah ada bahan dan cara kerjanya. Sueerr..

25122011179

Kurus Juga

 

Kurus Banget Nih Bocah

Momen-momen ospek jurusan. “Woi, lelet semua jalannya. Cepet dikit kenapa”. Muka garang para SKK (Sie Komat Kamit) memanasi kuping para maba. Pas pressing seangkatan, ada teman tiba-tiba ambruk, pingsan. Mungkin ga kuat berdiri lama sambil dimarah-marahin. Pas digotong, ia malah mengedipkan mata sambil ketawa kecil ke teman segrupnya, ternyata ia ngibul pingsannya. “Kamu malsu tanda tangan kakak angkatan ya?”. “Enggak kak, saya nggak malsu…”. “Bohong kamu. Ini apa buktinya …”. Puh, kakak ini hebat juga. Ternyata,  seringnya malsu tanda tangan orang pas absen kuliah membuatnya jadi ahli banget bedain mana tanda tangan asli dan palsu. Salut, Kak !!!

Lalu, momen-momen ketika suporteran futsal. Momen ketika kita, wahai angkatan baru, masih sama botaknya, ditantang jurusan sebelah futsal. Gara-garanya cuma ada yang ribut Dota atau sejenisnya, bisa jadi nantangin futsal. Masih anak SMA banget.”Gua tantangin lu semua futsal. Kita selesaiin disana”, mungkin gitu sih kalimat tantangan dari jurusan sebelah, padahal yang ribut cuma oknum tertentu. Jadilah diadain futsal antar 2 maba jurusan yang bertikai.

Sahut menyahut sorakan suporter tim lawan menyambut kami. Kami cuma beranggotakan 12-15 orang. Bahkan beberapa ada yang cuma “nyeker” demi senang-senang malam itu. Walah dalah, suasana seperti Anfield aja. Lagu YNWA yang biasanya berkumandang diganti dengan “Dibantai wae ayo dibantai wae, ora usah dimesake ayo dibantai wae…”. Muka-muka mengerikan tim tuan rumah sedikit menggetarkan kami. Untungnya, ada si Ichsan, bocah ajaib di angkatan kami yang membawa tim tamu unggul 3-0 dalam 7 menit pertama. Soundtrack “Dibantai Wae” pun mereda dari suporter tim tuan rumah. Pembantaian terus berlanjut, bagai Brazil dibantai Jerman di kandangnya sendiri. “it is the real humiliation”, mungkin gitu kalau ada suporter di pinggir lapangan futsal, persis ketika Sami Khedira sudah membwa Jerman unggul 4-0 atas Brazil dalam waktu 5 menit. Suporter2 bersuara garang nan berbaju gelap2 pun kehilanga kata-kata, lalu memilih menonton bola di TV. Meninggalkan si doi, tercabik2 di tengah lapangan. Sakit emang ditinggalkan. Btw, jangan kesinggung ya, ini cuma cerita lama lho haha

Kemudian, momen makrab angkatan. Awal-awalnya ceria. Tapi pas malam, lebih mirip acara jambore atau persami di SD (duh le lama banget ga dengar kata Persami). Malam itu, malam minggu, malam para jomblo bersenang-senang, para jomblo ini malah disidang di depan teman angkatan. Kaya gini, “Kamu, kenapa milih alat ini di pabrik kamu?”. Kok gini sih makrab maba? Oh keliru. Itu pertanyaan pas pendadaran. Maaf-maaf.

IMG_5312

Persami di Merapi

“Kamu kenapa kok diem aja selama ini di angkatan?”, “Kamu kok baik banget sih mau ngajarin kita belajar fisika 1. Kalau ga ada kamu, kita ga bisa apa-apa deh. Makasih banget ya”, “Kamu kenapa sih harus jalan-jalan sendiri sama kelompokmu. Aku kan nungguin jalan bareng sama kamu…”, dll. Kurang lebih, seperti itulah. Satu per satu dari 150 an maba disidang di pinggir pantai Krakal. Suntuk, baru peserta ke 40 aja, udah pada tumbang. Wkwk, no offense gaes…

Lalu, berlanjut ke tragedi hepatitis berdarah di angkatan kami. Singkat cerita, Ro*fiq, salah satu pentolah angkatan yang dituakan, mengalami hepatitis A di tahun kedua kami kuliah. Hebatnya, beliau dengan hati yang hepatitis itu motoran dari Giwangan ke RS Sardjito untuk berobat hepatitis. Ketahanan fisik yang luar biasa. Padahal, itu dekat-dekat dengan musim liga bola yang butuh banyak orang, dimana Ro*fiq ini dikenal sebagai bek yang lugas, gitu sih kata temen-temen. Bola boleh lewat, orang jangan sampai. Bola boleh ga dapet, kaki tetap harus dapet. Begitulah beliau. Pas musim liga bola mulai, eh beliau sudah fit dan siap bermain. Recovery nya cepet banget. Disinilah tragedi dimulai.

Tragedi dimulai di bangku cadangan. “Eh gelas lu mana? Mau minum gua, haus abis main”, kata salah seorang teman kami, sebut saja Ardi. “Itu ambil aja bekas gua”, ujar Ro*fiq. Diambillah gelas itu dan ditenggak sampai habis air di gelas itu. Ardi pun segar kembali dan bisa main lagi. Tapi, esoknya hingga seminggu kemudian, Ardi ga masuk kuliah. Terbaring di rumah sakit. Kata dokter, hepatitis A. Ardi, kalau minum ati-ati lain kalu ya. Otaknya tolong dipakai dulu..

Setelah tragedi hepatitis, tercipta kontrakan koplak di sebuah rumah di Pogung. Pintu kamar di dalamnya dipenuhi bentuk kriminal yang sudah dan akan dilakukan, mulai dri level beginner sampai profesional. Beberapa kriminal yang mahsyur di kalangan kontrakan adalah berani memakai sandal Kajur tanpa ijin beliau saat selesai sholat di Mustek, makan nasi di lantai, motoran di Pogung dengan tanpa atasan baju, dan berbagai tindak kriminal lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu, mengingat penuhnya pintu itu dengan coretan.

10608719_10201757108529768_4747226202555287158_o

Lalu sehabis itu, muncullah masa-masa sibuk mulai KKN, penelitian, KP dan tugas akhir. Tentang penelitian, seorang kawan kami, sebut saja Maul, sering mengabaikan saran dari Safety Officer. “Ini HCl fasenya apa Mas?”, “HCl cair, Pak. “Keluar kamu…”, percakapan singkat padat jelas ketika Maul lagi Risk Assesment. Selesai itu, belum selesai. Beliau harus berjibaku dengan bahan-bahan berbahaya di lab, semacam NaOH, HCl, dan lain-lain. Dengan penuh keberanian, dengan alasan kepanasan, Maul melakukan penelitian dengan bahan-bahan itu dengan membuka baju. Untung masih pakai celana. Katanya biar lebih sejuk. Sayang, foto beliau sudah dihapus demi menjaga akreditasi internasional jurusan ini. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Lalu, saat kulker alias kuliah kerja. Kami satu angkatan pergi ke beberapa pabrik ditemani beberapa dosen untuk mengetahui langsung cara kerja pabrik tersebut. Mulai Petrokimia Gresik, Unilever Surabaya, sampai Campina. Beuh, apalagi di Unilever, tiap orang dapat sabun gratis katanya. Udah kayak bagi-bagi sembako aja. Tapi, maaf, saya pribadi ga ikut kulker. Bukan apatis, tapi bener-bener ga ada uang waktu itu, haha. Pas gada uang, ndilalah ada tawaran main Teknisiade cabang catur. Emas deh.. (ini bukan sombong, ini menceritakan kalau di balik tidak ikutnya seseorang di sebuah event kampus, bisa jadi ia mengejar prestasi di bidang lain. Wkwkk..)

11402766_1031927453491638_7247092514318887353_o

Melaka Dulu Sebelum Dibantai Dosen..

Lalu, ada tragedi pendadaran. Yang sudah ngumpul naskah pendadaran mulai bulan Agustus sampai September belum dapat jadwal pendadaran. Jadwal pendadaran yang ditunggu tunggu belum keluar sampai awal Oktober. Saya, ngumpulnya telat, sekitar tanggal 30 September. Kalo yang sebelumnya belum, apalagi saya ini, paling November baru didadar. Tapi, dengan power Pak Mardi, semua bisa berubah. Saya didadar tanggal 5 Oktober, cuma beda seminggu. Lah yang sebelumnya belum dapat, saya yang terakhir ngumpul malah duluan? Muncullah teori konspirasi di jurusan melibatkan berbagai pihak, mulai mahasiswa dan dosen dari berbagai pihak, termasuk dari mahasiswa sayap kanan maupun kiri. Wkwkk. Lebih cepat keluar jadwalnya, lebih cepat dibantai dosen. Dibantai war ayo dibantai wae, mungkin begitu kata hati dosen penguji waktu itu. Haha..

Itu mungkin seklumit dari begitu banyaknya cerita di kampus ini. Terlalu banyak yang harus dikenang, bukan diulang. Terpampangnya nama saya 2 kali di web wisuda kampus menunjukkan kalau udah disuruh keluar dari kampus. “Ini bocah kemana ya udah 2 kali namanya ada di web, tapi gak wisuda-wisuda?”, gerutu orang fakultas mungkin di 2 periode wisuda kemarin. Ada masalah di jurusan, bu, mohon maaf haha. Insya Allah, saat nama ini terpampang ketiga kalinya di web wisuda, bapak ibu di fakultas akan terlihat lega. Maka, cerita kampus manakah yang kau dustakan?

 

 

 

 

 

Jatuh Sakit

Kemarin adalah hari dimana badan saya lemas. Kecapekan gegara banyak aktivitas disana sini. Banyak mondar mandir ke tempat yang berjauhan. Makan tetap terjaga, tapi rasanya kemarin tubuh ini menyerah menghadapi kesibukan kesana kemari.

Tubuh terasa lemas mulai jam 5 sore ketika akan pulang dari kampus. Lalu, entah mengapa, tubuh mulai kehilangan tenaga dan suhu tubuh meninggi. Ini pasti efek kecapekan seperti biasanya. Kesibukan kuliah ditambah bisnis membuat tenaga ini kadang habis.

Ketika sakit itu, baru diri ini sadar. Betapa nikmatnya sehat itu. Tubuh kita suhunya naik 2 derajat Celcius saja sudah membuat tubuh kita kehilangan tenaga. Sama seperti global warming. Suhu dunia naik 2 derajat Celcius aja udah bikin gerah sedunia. Betapa mahal nikmat sehat itu. Bukankah kita rela menghabiskan berapapun uang untuk kesehatan kita?

100_3630

Saya jadi ingat kata-kata ibu supaya makan yang berkuah dan minum yang hangat. Jangan minum es atau makanan berlemak macam gorengan. Terbukti, malam kemarin aku diantar si Ucup, temen sekontrakkan yang super baik. Ke sop ayam Pak Nanto, tempat favorit makan sop pokoknya.

Suhu tubuh sudah normal hari ini. Semua berkat Allah yang menyembuhkan panas semalam. Banyak-banyak bersyukur pokoknya deh mulai sekarang soal sehatmu. Kamu ga bisa kentut aja, aku yakin orang tuamu rela mengeluarkan uang 10 juta demi kamu bisa kentut doang.

Salam hidup sehat !!!

Yang Kau Sebut Dalam Doa Itu Ternyata….

Hari ini hari yang spesial. Aku diundang ke pernikahan kakak kelas saya, walau gak akrab banget sih.. Mbaknya dulu pernah satu kepengurusan. Yang Mas nya sering ketemu futsal sama grup . Jadi, lengkap ya. Acaranya lumayan lah ya tempatnya, jauh banget. Harus segera sebelum acara selesai.

Aku masuk bersama rombongan  mendatangi pesta pernikahan beliau berdua (berasa tua banget mereka). Lalu, seperti biasa, ada kado kecil dari kami yang cuma anak kos ini untuk mereka berdua. Patungan untuk beli bed cover yang buat kami lumayan mewah. Ruangan itu penuh dengan tamu undangan, dan tentunya hidangan ala manten baru. Luar biasa suasananya. Jadi pengen hahaha.

Foto-foto bersama pengantin pun menjadi hal yang wajib dilakukan. Bahkan sampai-sampai ada yang membawa jersey futsalmya. Luar biasa, segitunya. Begitu turun dari panggung, muncullah sesosok suara..

“Hilmi….”, teriaknya kencang sekali. Rasanya aku sudah lama tak mendengar suara ini.

“Ah, kamu…”, balasku sambil senyum. Kamu itu yang kudoakan selama ini. Ternyata Allah pisahkan kita 4 tahun, dan kita dipertemukan di tempat ini. Seakan doa-doa selama ini terkabul.

327c2d1e25a54e7eeb015ffd5f7252c4

“Kapan ke Jogja?”, tanyaku antusias, melihat gadis pujaan tak disangka bertemu di tempat seperti ini, bawa keluarganya lagi. Kusapa bapak ibunya, sampai adiknya sekalian.

“Ya kan aku teman pengantin. Eh Mi, bisa minta fotoin gak? Pake HP ku ini”, pintanya langsung dibukain menu kamera segala. Ah, kamu. Minta lebih pun aku siap

“Kamu naik aja sono. Udah antri noh. Gimana kabarnya disana …..”, sambil basa basi ala anak kos dengan gadis pujaan yang lama tak bertemu. Lumayan basa basi 5 menit sebelum foto-foto.

Dia terlihat bahagia. Semakin terlihat shalihah dan manis, namun agak gendut, mungkin gegara kerjaannya sekarang jadi tambah males gerak. Foto-foto pun menjadi saksi bisu pertemuanku denganmu pertama kali. Entah aku merasa bersemangat. Kalau lelaki jatuh cinta, biasanya badannya bergetar. Aku tidak. Mungkin terlalu sering sebut menyebut namamu membuatku terbiasa denganmu.

Foto-foto pun selesai, dan menu kamera kututup sebelum kukembalikan. Dan, muncul sesosok pria bersamanya dengannya di wallpaper HP nya, di banyak momen. Ulang tahun, jalan-jalan, di restoran, dan lain-lain. Ya Allah, begitu lembut kau berikan jawaban atas doa-doaku selama ini. Apakah itu saudara laki-lakinya? Tentu tidak. Dia adalah anak pertama dan adiknya masih kecil-kecil.

Pertemuan pertama setelah 4 tahun, senang, namun berubah menjadi menusuk hati dengan lembut. Ya Allah, kau beri jawaban selembut ini atas doa-doaku. Kau beri jawaban selembut tumor menghabisi tubuh manusia. Dari luar tak kelihatan sakit, tapi di dalam, perih. Tapi, apa yang bisa kuperbuat. Aku sudah keep contact denganmu, walau tak intens seperti pacar. Bukankah itu yang selalu kau hindari? Aku sangat paham dirimu yang begitu menjaga dari hal-hal seperti itu.

43sujud_siluet

Dulu kamu begitu, sepertinya begitu menjaga. Tapi, foto tadi membubarkan segalanya. Pacaran? 99% pasti benar. Ah, mungkin itu cuma perasaan saja. Kutegarkan hati ini, kukembangkan senyum di bibir, kutampakkan keramahan bagaikan sahabat yang tak jumpa lama sekali…

“Kamu kegiatannya apa sekarang?”, sapanya, sambil kukembalikan HP nya.

“Ah, aku lagi bangun perusahaan sendiri. Setelah kemarin konveksi baju, sekarang berkembang ke web developer. Ya, masih ngurus-ngurus ijin usaha ini”, basa basiku sambil tetap bersikap hangat, bagai sahabat, tidak lebih.

“Ah, iya iya. Kamu pasti bisa. Oh iya aku pulang dulu ya. Cuma mampir karena juga liburan ini..”, pamitnya. Waw, secepat ini. Baru 10 menit kami bertemu setelah 4 tahun. 4 tahun aku mendoakannya, lalu dibalas dengan 10 menit yang singkat, dan entah bagaimana.

“Kamu kapan nyusul mereka?”, tanyaku penasaran, sekaligus konfirmasi secara tidak langsung tentang foto itu.

“Oh iya lupa aku. Juli ya kau harus dateng di Semarang. Tunggu ya undangannya pasti kukirim. Awas kamu gak datang ya”, katanya bersemangat dan hangat seperti seorang sahabat, sambil tertawa.

“Ah, iya aku tunggu kabarnya. Ah, aku duluan ya gabung anak-anak lain”, pamitku, sambil kulihat dia untuk terakhir kalinya, mungkin terakhir sebelum aku mendatangi resepsi pernikahannya nanti, di Juli yang mendung.

Empat tahun. Aku mengira dia adalah wanita yang begitu menjaga. Kamu sudah begitu terkenal di kalangan lelaki dengan sifat shalihah nan rupawanmu. Begitu menjaga. Tapi, foto tadi. Ah sudahlah. Mungkin itu baru seminggu, mungkin juga lebih. Wanita yang begitu menjaga, ternyata mungkin sempat pacaran kemana-mana juga walau singkat, sebelum pernikahan. Ada tulisan “Sayang-sayang bla bla …” pula di foto tadi, hahaha. Sedikit kaget dengan perubahan itu. Tapi, syukurlah kau sudah dilamar.

Tegarlah wahai hati. Teruslah berdoa wahai bibir. Teruslah melangkah wahai kaki. Teruslah merangkak naik ke puncak, wahai tangan. Tegakkan dirimu wahai kepala. Empat tahun doamu terkabul untuk bertemu, namun tidak untuk meminangnya. Sebenarnya, beberapa hari sebelum hari ini ada firasat bakal ketemu, dan benar terjadi. Ah, firasat, kau tak pernah salah. Tapi perasaan, kadang kau kadang salah.

Ah, Allah itu Maha Romantis. Ia menusuk hatinya hambaNya yang lemah ini dengan lembut. Ia mengajarkan kalau doamu pasti terkabul, dengan cara lain. Bukankah yang kupinta selama ini yang benar-benar menjaga sesuai syariatMu? Ya, Kau Maha Benar, Allah. Aku memintamu itu. Apa terlalu sempurna yang kuminta? Entah. Tapi, aku juga meminta nama, memohon nama. Tapi, Engkau Maha Tahu. Mungkin nama itu cuma sedikit keluar, sedikit sekali, dari apa yang ia dengungkan dulu di awal kuliah untuk benar-benar menjaga.

Engkau yang Maha Tahu hakikat doa ini. Engkau benar, mungkin ada nama lain yang lebih sesuai. Mungkin nama yang selama ini kuminta, ternyata ia sendiri yang mengubah prinsipnya. Aku tak menyalahkan dia, aku terlalu berprasangka. Mungkin saja, itu foto waktu jalan-jalan dengan teman lainnya, lalu dicrop karena mungkin berkesan. Itu sangat mungkin. Jangan menjudge yang tidak-tidak, Hilmi. Kau tidak tahu apa-apa tentangnya selain menyebut namanya terus.

Undangannya hanya tinggal menungu waktu. Peluangku sudah tertutup. Tapi, disitulah misteri Allah makin asyik untuk dijalani. Bukankah Dia selalu mengabulkan doa hambaNya? Tentu dengan caraNya sendiri. Maka, ijinkanlah aku, malam ini, atau mungkin sepertiga malam nanti, menyebut namamu untuk terakhir kalinya, bukan untuk memintamu lagi seperti malam-malam sebelumnya. Aku doakan kamu bahagia dengan dirinya.

jodoh-itu-pasti

Mungkin ini indahnya cinta tanpa pacaran. Kalau jodoh, kamu pasti bahagia. Kalau bukan jodoh, kamu pasti bahagia mendoakannya. Selamat. Kalau saja, aku tak melihat foto itu, yakinlah, aku akan langsung berbicara ke ayah ibumu tadi, langsung di tempat, tanpa basa basi. Tapi, Allah mungkin menyuruh diri ini lebih berbenah lagi, mengumpukan ilmu dan uang yang lebih banyak.

Mungkin, hanya lewat doa saja kita bisa saling berinteraksi setelah ini. Selamat atas menjelang menempuh hidup barumu. Aku tak kecewa, hahaha. Hanya sedikit kaget dengan perubahan rencana dari Allah, sebaik-baik perencana hidup, yang datang mendadak, di tempat nikahan pula.

Maafkan kalau malam ini adalah malam terakhir aku menyebut namamu, karena mungkin setelah malam ini, aku akan fokus mendoakan nama-nama lainnya. Doaku terakhir kali untukmu malam ini, barakallahulak wa baraka ‘alaik wa jama’a bainakuma fii khoir…

 

Perlukah Pindah Lain Hati?

Hari ini saya terbangun lagi, Alhamdulillah. Pasokan udara gratis dari Sang Pencipta sangat lancar, tanpa hambatan. Aliran darah ke seluruh tubuh juga lancar, tak terhambat oleh hal-hal semacam kolestrol dan lemak-lemak jahat lainnya. Kelopak mata pun bisa berkedip ratusan kali tiap jam. Andaikan kelopak ini susah berkedip, betapa susahnya hidup saya hari ini.

Dengan semangat yang membara, saya coba merangkai kembali mimpi-mimpi saya. Kantor sekaligus tempat tinggal saya yang baru saya tempeli dengan papan yang berisi target-target proyek yang ingin dikejar dan diselesaikan. Lumayan banyak untuk bulan Mei ini. Tapi, entahlah, sudah pertengahan Mei, baru 1 yang sudah deal dari 10 kemungkinan. Sisanya, masih nyaris deal dan menunggu. Baru 10% dari target yang sudah tercapai.

Dengan baru 10% dari target yang tercapai, saya jadi berpikir lagi apakah bisnis ini layak untuk diteruskan? Saya tahu konveksi baju di negeri ini banyak, bahkan angkanya bisa mencapai jutaan. Proposal ke instansi-instansi, pendekatan via media sosial yang masif, pendekatan personal, dan berbagai cara promosi sudah dilakukan. Tapi rasanya, selama setahun ini, hasilnya belum menggembirakan. Untuk makan sehari-hari, saya rasa cukup. Namun, kebutuhan lain juga perlu. Bahkan, sebagaimana mahasiswa lainnya, pernikahan menjadi hal yang ditunggu-tunggu.

“NIkah muda itu jangan mau enaknya doang”, begitu kata dosen saya, Pak Imam. Iya bener banget sih bapaknya. Jangan mau enaknya doang. Itulah yang menjadi pikiran diri ini selama beberapa hari ini. Setelah dihitung-hitung dengan perhitungan serba kasar dan sederhana, pernikahan yang sederhana, dengan asumsi si cewek tidak minta aneh-aneh untuk mahar dan pesta pernikahannya, minimal butuh 10 juta untuk memulai hidup baru. 6 juta untuk kontrakan kecil selama setahun di Jogja, 4 juta untuk biaya pernikahan sederhana dan mas kawin. Itu ukuran minimal menurut logika manusia yang tidak sempurna ini, karena saya yakin hitung-hitungan Allah lebih indah.

Perputaran uang yang lambat setiap bulan membuat saya bepikir ulang, haruskah diri ini pindah ke lain hati? Haruskah diri ini pindah ke lain hati demi menjemput hati yang menunggu? Saya tahu saya masih dalam tahap start up, begitu sih kata motivator ulung. Namun, sepertinya terobosan-terobosan di atas belum berbuah. Perlu terobosan lagi, ataukah perlu pindah ke lain hati?

Hidup super hemat pun sudah mulai berjalan lagi. Makan nasi sekali sehari menjadi pilihan, huhu, semua  demi kamu. Biaya makan saya selama 3 hari terakhir total hanya sekitar 25-30 ribu. Semua demi penghematan. Namun, apa iya harus seperti ini terus? Saya jujur menikmatinya sih, tapi apa iya  kamu nanti juga menikmatinya nanti? Hahaha. Yakinlah usaha sampai. Perputaran uang yang sangat lambat membuat saya berpikir lagi. Kalau kata Prof Wahyudi, dimana beliau adalah Teknik Kimia itu sendiri, profit yang besar belum tentu menarik. Profitnya 10 juta/hari, tapi kalau itu untuk perusahaan seperti Pertamina, ya bangkrut. Profitnya 1 M, tapi baru cair setelah 10 tahun, lebih gak menarik lagi.

Ini bukan curhat atau keluhan. Ada  1-5 alasan untuk mengeluh hari ini, tapi saya masih punya 1000 alasan untuk bersyukur hari ini. Ini hanya catatan perjalanan hidup yang sedang saya nikmati saat ini. Saya yakin catatan ini akan segera menjadi sejarah bagi saya dan akan membacanya sambil tertawa bersamamu. YAKUSA, Yakin Usaha Sampai.