IPK 3 Aja Ga Jamin Apa-Apa, Apalagi IPK 2

Jangan panas dulu liat judulnya yak wkkw.” Mohon bersabar, ini ujian, ujian dari Allah”..

Jaman modern dan serba cepat menuntut profesionalisme, yang ditunjukkan dengan kemampuan akademik yang menunjang. Kemampuan akademik dilihat dari strata pendidikan dan tentu nilai akademik. Lulusan SMA/SMK tentu akan mendapat kualifikasi berbeda ketika masuk kerja dibanding yang lulusan unviersitas. Itu sudah lumrah, lazim.

318809_271574552947955_1775032224_n

Di bahasan kali ini, kami coba fokus ke para alumni kampus-kampus di Indonesia. Kemampuan para alumni kampus di Indonesia selalu ditampakkan dalam IPK, alias Indeks Prestasi Kumulatif, atau bahasa Inggrisnya GPA. IPK alias GPA di atas 3,00 adalah sebuah mimpi seluruh mahasiswa ketika mereka masuk kampus, apalagi kampus-kampus favorit di negeri ini. Para maba biasanya nulis gini di dinding kosannya :

“IPK 3,50, LULUS JUGA 3,50 TAHUN”

“IPK CUMLAUDE HARGA MATI !!!”

“IPK 4,00 BUKAN IMPIAN KOSONG…”

“LULUS CEPET, KERJA DI PERUSAHAN GEDE, NIKAH MUDA” (luarr biasa kalo ini)

“KALO IPK GUA DI BAWAH 3,00, MENDING GUA D.O AJA !!” (kalo ini goblok sih..)

Tulisan ini kami mulai dengan para pemilik IPK 3,00-4,00. Hai kalian, selamat kalian sudah berhasil memenuhi mimpi kalian. Memliki IPK yang cukup untuk membuat kalian masuk di bursa persaingan kuliah lanjutan dan kerja. Kalian punya peluang besar menembus dunia lain (maksudnya negara lain) dengan modal IPK kalian yang mencukupi itu. Terlebih kalian yang cumlaude, peluang kalian dilirik kampus-kampus dan perusahaan-perusahaan keren di dunia ini jadi lebih besar. Tentu saja, IPK 3,99 akan lebih membuat para staf HRD terbelalak daripada IPK 3,01 kan?

Para dosen ketika di awal kuliah kita dulu juga berpesan, “Kalian kalau bisa IPK ketika lulus minimal 3,00. Kalian jadi punya peluang lebih besar kemana-mana. Mau kerja atau kuliah dimana pun, kalian akan jadi lebih mudah”. Kira-kira begitulah pesannya. Kok bisa para dosen berpesan kayak gitu? Yah mereka kan udah ngalamin dulu. Apalagi, konon kalau dosen itu alumni-alumni terbaik di angkatannya masing-masing.  Jadi, tau lah ya …

Dengan IPK 3-4, kita bisa lihat teman-teman kita kerja perusahaan-perusahaan besar, misal Schlumberger, Pertamina, Paragon, Pupuk Pusri, dan lain-lain. Gajinya bisa 4-10 juta/bulan. Wiih, siapa yang gak ngiler. Ada juga temen kita keterima di kampus-kampus keren di luar negeri, misal UoM (university of Manchester), Harvard Unversity, NUS Singapore, dan lain-lain. Pengen? Semua orang pun juga pengen.

Tapi, kita melihat begitu banyak juga, mungkin dari teman-teman kita sendiri, begitu wisuda, masih jadi pengangguran. Jadi penganggurannya bisa dari 1-12 bulan. Tergantung orangnya. Kalo lebih dari 12 bulan ada ga? Ada sih kayaknya, cuma kami belum pernah ketemu sih. Dengan IPK yang mencukupi, ternyata masih banyak pengangguran intelektual di negeri ini. Anak-anak terbaik negeri ini harus rela menunggu kesempatan kerja atau kuliah lagi itu dengan rentang waktu yang cukup menyita perhatian, uang, sampai emosi.

Intinya, IPK mencukupi pun tidak menjamin apa-apa. Walau akhirnya nanti kerja atau kuliah lagi, tetap itu kembali ke masing-masing orangnya. Kalau kita orangnya bete an, pasti di tempat kerja bakal dijauhin sama teman-teman kerja, bahkan bos-bos kita, yang mungkin membuat kita ga nyaman juga. Kalau kita marahan, jangan kaget kalau bikin orang di kantor pusing gak karuan. Kesuksesan akan kembali ke diri masing-masing. Jadi, masih pengen punya IPK 3-4 ? Ya kalau bisa sih hahah…

Kalau yang punya IPK 3-4 aja ga menjamin apa-apa ke depannya, pun dengan IPK di bawah 3,00. Mulai dari IPK 2,00 – 2,99 (kalo IPK satu koma biasanya di D.O sih). Kebanyakan yang IPK nya di rentang itu berpikiran untuk jadi pengusaha. Mereka kebanyakan berpikir, “Bill Gates gak lulus kuliah juga jadi orang terkaya nomor 1 dunia”. Eitts, yang gini-gini juga keliru.

Bill Gates emang DO dari kampusnya. Masalahnya, dia DO nya dari Harvard University. Inget, Harvard. Kalau kita mah, tanpa bermaksud merendahkan kampus-kampus di Indonesia, mungkin harus kerja lebih keras untuk bisa seperti Bill Gates. Masalahnya lagi, Bill Gates konon DO karena udah bisa programming sendiri, jadi itungannya materi kuliahnya boring buat dia. Kalo kita, materi kuliahnya mungkin boring gegara kita males baca. Bener? Ngaku aja heheh..

Intinya, Bill Gates D.O bukan dengan otak dan tangan kosong. Begitu kawan ..

Memang, dengan IPK di bawah 3,00 , kesempatanmu untuk bisa kerja dan kuliah lanjut ga sebesar yang IPK 3,00 ke atas. Mungkin, dari situlah akhirnya otak kita berpikir lebih keras dan kreatif gimana cara dapet penghasilan misal nanti ga ketrima kerja atau kuliah lagi. Biasanya sih bisnis ujung-ujungnya. Bayang-bayang kesuksesan Bill Gates pun seakan terpampang di depan. Eitss, tunggu dulu..

Bisnis itu justru membutuhkan mental yang kuat. Jangan dikira buka bisnis sekali langsung sukses bisa beli rumah. Pasti akan ada masalah dan kerugian. Di sini lah dibutuhkan mental yang kuat, mental ga gampang nyerah. Dengan kondisi IPK mu seperti itu, mungkin inilah satu-satunya jalan menuju kesuksesanmu. Jangan gampang menyerah. Yang repot adalah, udah IPK pas-pasan, usaha dan mental juga pas-pasan. Kelar dah …

Jadi, kalau IPK mu pas-pasan, pakai otak dan tanganmu semaksimal mungkin. Jangan males..

Rezeki itu berbanding lurus dengan usaha. Mungkin, teman-teman kita dulu lebih rajin, sehingga IPK nya cukup untuk langsung kerja atau kuliah lagi. Mungkin, kita dulu males, jadi IPK nya pas-pasan. Gak ada kata terlambat. Berusahalah dari sekarang. Jangan males lagi biar rezekinya banyak.

PENGANGGURAN ITU SEMENTARA, TAPI REZEKI SELALU ADA…

KAMU BISA MULAI HIDUPMU DARI NOL, TAPI TIDAK DENGAN TANGAN KOSONG..

Berapapun IPK mu, jadikan ia nanti sebagai bahan candaan dengan temanmu ketika reunian. Jadikan ia cerita di balik kesuksesanmu nanti. Ga ada yang lebih baik berapapun IPK mu, bahkan kamu lulus atau nggak, semua sama aja. Tapi, kalo bisa ya lulus lah, buat nyenengin orang tua di rumah, hehe..

Jadi, mau IPK berapa pas lulus? Seikhlasnya aja …

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s