Tenang, Semua Kesendirian Itu Tidaklah Kekal

Pernah merasa sendiri?

Pernah merasa kesepian?

Pasti semua dari kamu pernah mengalami yang namanya kesepian, alias kesendirian. Kesepian dan kesendirian dengan berbagai sebab, yang menimbulkan perasaan gelisah, ada sepotong hati kita yang entah belum kamu temukan  di dalam hatimu sendiri. Sepotong hati yang dibungkus kerinduan tak menentu, menyasar ke segala arah.

76709-640x360-houses-of-parliament-and-london-eye-on-thames-from-above-640

Sebenarnya, kesendirian itu relatif. Tergantung dari mana kamu menilai seberapa sendiri diri kita. Yang membuat dirimu semakin merasa sendiri adalah momen-momen kebersamaan dan kebahagiaan orang lain. Ketika mereka sedang berbahagia bersama orang-orang yang mereka cintai, mungkin kamu di sini masih harus berjuang kesana kemari, mengejar mimpi, mengejar asa yang tak kunjung nampak, mengejar bayang-bayang yang entah terasa semakin menjauh, sendiri pula.

Perasaan sendiri makin menguat ketika melihat ketika teman-teman kamu, yang kita anggap juga merasa sendiri, tiba-tiba memiliki seseorang yang menghapus kesendiriannya. Seseorang yang tiba-tiba muncul tanpa diduga keberadaannya selama ini, memancarkan kebahagiaan teman-temanmu yang selama ini terpendam. Lalu, ada juga seseorang yang entah mengapa sangat kamu impikan untuk menghapus kesendirianmu, ternyata ia malah menghapus kesendirian orang lain. Semakin merasa sendiri bukan?

Buat para penyendiri, ada beberapa momen yang bisa kamu lakukan supaya kesendirianmu itu tidak mengarahkanmu ke arah yag negatif. Jadikan kesendirianmu menjadi bahan bakar kesuksesanmu, yang kelak akan membuatmu tahu, bahwa kesendirian itu tidaklah kekal. Bahwa selalu ada akhir dari sebuah kesendirian. Yang kamu perlu lakukan adalah mengisi kesendirianmu dengan kegiatan-kegiatan positif, misalnya:

  1. Travelling

20140826_091922

Travelling alias jalan-jalan membuatmu tahu, bahwa tujuan utama seorang traveller adalah rumahnya masing-masing, bukan tempat-tempat eksotis nan cantik di ujung-ujung dunia itu. Bepergianlah, supaya kamu tahu apa itu rindu. Bepergianlah, supaya kamu tahu apa arti keluarga. Bepergianlah, supaya kamu tahu betapa bahagianya ketika ada yang menyambutmu di pintu rumahmu ketika kamu pulang dari bepergianmu itu.

Travelling membuatmu tahu, bahwa dunia ini tak sebesar kaca rumahmu saja. Dunia ini dipenuhi berbagai macam orang yang memiliki keunikan masing-masing. Dunia ini dipenuhi perbedaan yang mengharuskan kita untuk saling mengenal. Bukankah begitu kabar langit mengabarkan? Supaya kita bertebaran di muka bumi dan saling mengetahui perbedaan untuk saling mengenal satu sama lain?

Pergilah, supaya kamu tahu terbuat dari apa rindu itu …

2. Kumpullah dengan Teman Lamamu, Walau Lagi Nggak Bener-Bener Kangen

IMG_5191

Banyak orang yang ogah-ogahan ketika diajak teman lamanya ketemu, sekadar ngobrol-ngobrol sambil ngopi di pinggir jalan. Banyak yang beranggapan itu buang-buang waktu, gak ada gunanya. Toh, masih bisa ketemu lain kali. Masih ada kesempatan lagi untuk ketemu dengannya.

Hilangkan dirimu dari mindset di atas. Kamu mungkin nggak kangen dengan teman lamamu, mungkin karena kamu masih sering kontak via sosmed. Tapi, siapa tahu, teman lamamu itu rindu akan dirimu. Siapa tahu pula, kamu lah orang yang paling ingin dia temui saat ini setelah bertahun-tahun terpisah mengejar mimpi masing-masing. Tumbuhkanlah rasa kangen di hatimu ketika ada teman lamamu datang ke kota tempat tinggalmu. Siapa tahu pula, ada rezeki datang yang ia bawa.

Temuilah teman lamamu, walau kamu lagi males atau gak kangen, walau itu cuma 10 menit. Berfotolah supaya momen itu bisa dikenang. Siapa tahu, setelah itu kamu akan lebih susah ditemui gegara kesibukanmu, pun juga dengan dia. Siapa tahu pula, ada rezeki yang ia bawa untukmu, namun kamu menolaknya.

  1. Tetapkan Seorang Yang Spesial di Hatimu

1621929_612256505515897_120779431_n

Tak mudah melakukannya. Apalagi jika dalam kondisi berjauhan. Menetapkan berarti menyediakan sepotong hatimu untuknya. Menetapkan berarti siap untuk menerima apapun yang dia miliki apa adanya. Orang-orang yang bisa menjaga hatinya saja lah yang bisa melakukan ini. Seseorang yang ia idam-idamkan, yang ia masukkan sampai ke alam bawah sadarnya, telah ia tetapkan untuk mengisi hatinya.

Namun, menetapkannya pun tak cukup. Siapa tahu, di dunia ini, banyak orang lain yang juga melakukan hal yang sama denganmu, meletakkannya sampai alam bawah sadar mereka sendiri. Maka, iringilah dengan doa. Biarkan doa itu berpilin bertarung di atas langit, memeperebutkan sepotong hati yang kamu anggap adalah sepotong hatimu yang belum kamu temukan. Biarkan Tuhan yang memeluk doa-doa itu. Yakinlah, doa itu akan tersampaikan di saat yang tepat, di saat kamu tidak pernah duga.

Dengan adanya seseorang yang spesial, maka langkah hidupmu akan lebih terarah. Langkah hidupmu akan penuh agenda memantaskan diri apakah kamu memang pantas untuknya. Jika kamu memang pantas untuknya, dan dia pantas untukmu, semoga Tuhan membersamakan kalian di waktu yang tepat. Membersamakan kalian di saat dimana kalian sudah pantas, bukan saat kalian siap. Kenapa? Sungguh, tidak akan ada yang benar-benar siap sebuah kebersamaan. Beradaptasilah, turunkan egomu, supaya kebersamaan kalian bisa menghapus dinginnya kesendirian di masa lalu itu.

Namun, sebelum itu semua, jadikan Tuhanmu menjadi yang pertama di hatimu. Jadikan Dia tempat bergantungmu. Betapa banyak teman-teman kita di luar sana, menganggap mereka adalah pasangan paling romantis dan awet sedunia, foto-foto mereka bertebaran, namun hanya luka kesendirian di akhir yang mereka dapat. Ketika kita menganggap sebuah bayang itu baik untuk kita, siapa tahu, Tuhan menganggap itu kurang baik untuk kita. Kembalilah ke jalannya, sebanyak apapun kamu terjatuh dalam larangannya.

Jangan jadikan bayang-bayang itu menjadi Tuhan di hatimu. Siapapun yang engkau jadikan tempat bergantung di hatimu selain Tuhan Ar Rahman Ar Rahim, hanya akan menimbulkan kecewa.

Sudah menjadi janjiNya, tidak ada kesendirian yang kekal, karena semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan. Tinggal kita yakin atau tidak, dan kebersamaan seperti apa yang ingin kita bangun. Karena kebersamaan terindah adalah kebersamaan yang lillah, fillah, dan billah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s