Nikmat Hati

Nikmat hati. Nikmat yang agung, nikmat yang banyak insan muda terkungkung produktivitasnya karenanya. Nikmat hati, sering diiedentikkan dengan yang namanya cinta. Cinta pada pasangan, cinta pada kekasih yang mampu melengkapi diri seorang manusia. Cinta yang entah takkan bisa dirasakan nikmatnya bagi siapapun yang belum pernah merasakannya.

Nikmat hati, nikmat Tuhan yang begitu kompleks. Namun, kita yang ciptaanNya ini suka sekali membuat yang kompleks jadi sederhana. Dengan hati, kita bisa merasa ribuan macam perasaan. Dengan hati, kita merasakan ribuan insting seorang manusia yang begitu kompleks. Dengan hati pula, kita bisa merasa untuk apa dan siapa hati ini sebenarnya.

Hati itu untuk merasakan ribuan perasaan orang lain. Begitu banyaknya ruangan di hatimu, tapi tega sekali kamu hanya membagi ruang haitmu untuk dirimu dan orang yang kau anggap kekasih, pacar, atau sejenisnya. Ruang hati yang harusnya bisa menampung dan merasakan banyak perasaan  orang lain, hanya mampu menampung 2 perasaan, milikmu dan miliknya. Sementara saudara-saudaramu yang kesusahan disana, kerabatmu yang kesulian ekonomi, guru-guru masa kecilmu yang mulai menua, tetanggamu yang mungkin kelihatan mapan namun kelaparan, teman kosmu yang mungkin belum dikirimi uang, bahkan ,orang tuamu sendiri, bahkan Tuhanmu sendiri, sedikit sekali kamu sisakan di hatimu, atau bahkan mungkin sudah tidak ada lagi ruang untuk mereka di hatimu.

Maka, pantaslah banyak orang yang begitu dikecewakan seseorang yang sudah ia anggap sempurna, tak punya sandaran lagi dalam hatinya. Orang tua, kerabat, tetangga, hingga Tuhanmu, bagaimana mungkin mereka membantumu, kalau di hatimu tak pernah ada mereka? Kamu yang tak pernah memikirkan mereka, masihkah berharap mereka memikirkanmu? Merengeklah dulu, masukkan mereka segera ke hatimu.

Jika banyak ruang di dalam hati kita, ketika kita dikecewakan seseorang, kita masih punya sandaran yang bisa disinggahi. Teman, tetangga, kerabat, orang tua, hingga Tuhanmu, selalu siap menyambutmu, memelukmu, memberitahu kalau kamu akan dipertemukan orang yang takkan pernah mengecewakanmu. Kata penyair Arab, “Al Qolbul Malikul Jasad” (Hati Adalah Rajanya Tubuh). Hatimu itu yang mengontrol tubuhmu bekerja. Maka, bagilah hatimu itu untuk Tuhanmu dan banyak orang. Lembutkan hatimu dengan banyak merasakan perasaan orang lain yang kesulitan.

Khusus pendamping hidupmu nanti, jadikan hatimu laksana gunung es di Antartika. Menjulang rendah di luar, tapi menghujam dalam ke dasar lautan. Kelihatan kecil di luar, namun sesungguhnya sangat besar cintanya untukmu darinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s