Pasca Sarjana (1)

Sabtu lalu tanggal 3 September 2016, mungkin salah satu hari paling bersejarah dalam hidup saya. Ada sebuah mimpi yang kembali dimudahkan Allah untuk diraih. Sungguh, Allah tahu dimana dan kapan mimpi itu tercapai. Nikmat yang saya dapat sabtu lalu adalah adanya mobil baru di garasi rumah saya nanti, Alhamdulillah. Walau hanya mobil second, atau mungkin yang kata anak-anak Malang gak mbois, ya tetep aja itu mobil. Seorang sarjana yang belum 2 minggu diwisuda udah bisa beli mobil hehe..

Sebenernya saya bingung juga ketika harus memutuskan mobil dulu apa nikah dulu (udah isu lama ini). Setelah dipikir-pikir baik buruknya, saya memutuskan untuk mobil dulu, yang nanti selain dipakai untuk diri sendiri, juga bisa dipakai untuk bantuin teman-teman yang butuh bantuan, atau saudara-saudara kita yang juga membutuhkan pertolongan. Masalah duit untuk nikahan, ya saya udah bilang Bapak via telepon kemarin, “Insya Allah ada rezekinya lagi, Pak nanti. Jangan kuatir”, kira-kira begitu kata-kata saya kepada Bapak sesaat saya deal dengan penjual mobil.

IMG20160903085536[1]

Jadul Banget Ya Mobilnya? Haha

                Mungkin kalau kata orang lain, saya ini setengah sinting, apalagi sama teman-teman saya yang udah pada nikah. Kayak yang dulu pernah digembar-gemborkan seorang temen kontrakan, “Kalau punya uang sejuta, mending nikah aja”. Kan gimana rasanya digituin. Sejuta di kantong, disuruh nikah. Ya mungkin kalau yang lain sanggup. Saya sih, ga sanggup hoho. Bukannya meragukan kekuasaan Allah yang Maha Kaya dan Mengayakan hamba-hambaNya yang taat, tapi bukankah kemampuan setiap orang meanggung beban mental finansial itu berbeda-beda. Mungkin yang di atas ketika udah punya sejuta udah sanggup menikah. Bahkan, yang modal 0 rupiah pun udah sanggup menikah. Ya, intinya, kesiapan dan kemampuan orang-orang beda-bega, gitu lah, hahha. Yang modal nikahnya 0 rupiah jangan sok-sokan, “Woy, gua nikah ga modal apa-apa bisa kok. Lu yang punya duit 20 juta masih nunda nikah aja…”. Pun, yang mungkin modal nikahnya sampai 100 jutaan , jangan sok-sokan juga, ”Woy, lu  mau ngasih istri lu makan apa, nikah aja pelit banget”. RIbet ya? Udah-udah ga usah bahas mana yang lebih baik ya. Semua baik, yang gak baik yang gak mau nikah haha.

Balik ke mobil second baru tadi. Walau cuma mobil second, saya selalu doain mobil ini berkah dan sehat selalu dah. Bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain yang lebih utama. Kalau boleh kasih bocoran, kenapa saya tergerak beli mobil baru ini karena pengen kayak temen-temen saya di komunitas Sedekah Rombongan (SR) jogja, yang punya 3 mobil yang digunakan untuk membantu pasien-pasien di DIY-Jateng yang kurang mampu untuk bisa dibantu dari transportasi hingga biaya pengobatan. Slogannya, “Cari Muka di Depan Tuhan”. Nguerii banget kan? Itulah kenapa saya mberatin mobil baru dulu, walau second hehe. Mayan bisa bantu orang lain, sekaligus menaikkan elektabilitas di depan calon mertua. Halah mas…

Ya, begitulah kisah saya dua hari terakhir ini. Lumayan bikin pikiran berat haha. Insya Allah semua ada jalannya. Setiap orang punya perannya sendiri, mungkin saya cocoknya ya kayak di atas itu. Teman-teman lain juga punya kisah hidup sendiri yang mungkin jauh lebih memukau dari cerita saya ini. See you..

Oh ya, btw alhamdulillah mobllnya ga pake riba belinya. Sungguh Allah Maha Mencukupi siapa saja yang yakin kepadaNya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s