Membangun Start Up Digital

Membangun kolaborasi dalam sebuah start up digital adalah hal penting. Menyamakan tujuan besar menjadi hal yang penting dalam sebuah start up digital, baik dengan tim internal maupun eksternal. Tim internal adalah yang berhubungan dengan programming, akuntansi, copy writer dan lain-lain. Sedangkan tim eksternal adalah yang berhubungan supplier barang, partner perusahaan, dan lain-lain. DIbutuhkan kerja sama yang serasi antara bagian internal dan eksternal.

Sebagai contoh Sale Stock. Sale Stock mampu menghadirkan barang fashion wanita yang biasanya dijual dengan harga selangit dengan harga yang sangat murah, karena Sale Stock langsung menyuplai barang dari produsen barang tersebut. Di sinilah kolaborasi antara tim internal dan eksternal Sale Stock terlihat sehingga mampu menembus pasar wanita remaja hingga dewasa.

Membangun sebuah startup juga membutuhkan sebuah seni. Seni lebih ditujukan sebagai trademark, tagline, motto, dan atribut khas sebuah start up yang bisa membuat orang langsung tahu dengan adanya  atribut khas sebuah start up. Misalnya Dagadu Jogja. Orang akan langsung tahu jika mendengar Dagadu bahwa Dagadu adalah produsen kaos khas Jogja yang wajib dijadikan oleh-oleh kalau berkunjung ke Jogja. Butuh waktu sekitar 4-5 tahun sehingga Dagadu bisa se populer sekarang sebagai ikon Jogja.

Mindset juga menjadi hal penting dalam sebuah startup. Mindset yang harus dibangun sebuah startup adalah bisa menjadi bermanfaat untuk orang lain sehingga mampu memberi efek positif kepada masyarakat luas. Mindset inilah yang diusung start up seperti Gojek yang bertujuan membantu para tukang ojek untuk meningkatkan pendapatannya. Membangun mindset untuk menghasilkan start up yang profitable dan memberi manfaat banyak kepada orang lain memang tidak mudah. Bahkan, untuk mendapatkan mindset seperti itu berawal dari pengalaman pribadi mengenai masalah yang ada di masyarakat luas. Mindset profitable dan manfaat inilah yang harus dimilik para pendiri start up agar start up tersebut makin berkembang.

Membangun komunitas juga menjadi salah satu sumber inspirasi dalam membangun start up digital. Komunitas yang berjumlah anggota ratusan bahkan ribuan sangat potensial untuk dijadikan pasar. Dengan adanya komunitas yang di dalamnya memiliki hobi atau kesukaan yang sama, maka barang-barang atau jasa-jasa yang berkaitan dengan komunitas tersebut sangat potensial untuk ditawarkan. Faktor pengali berupa jumlah anggota komunitas menjadi sebuah faktor yang menentukan seberapa menarik sebuah  start up dibangun dengan berbasis komunitas itu.

Membangun start up di bidang media juga menjadi hal yang menarik. Asal konsisten dengan tema tertentu dan konten yang berkualitas, sebuah start up akan bisa makin berkembang. Bahkan, sebuah tema tertentu jika digarap dengan serius mampu menjadi bisnis yang menarik. Sebagai contoh Hipwee dengan tema remaja dan konten-konten bapernya yang sukses merebut hati para muda mudi. Lalu, Mojok, yang memiliki konten nyinyir yang mampu membuat banyak orang berdebat mengenai sesuatu. Semakin seru perdebatan, semakin dibenci. Semakin dibenci, semakin banyak yang baca. Semakin banyak yang baca, semakin banyak potensi uang yang masuk ke dalam kantong Mojok. Begitu bukan?

Jadi, masih ragu memulai start up? Pastikan start up digital yang kamu bangun bukan hanya bagus secara konten, namun juga mampu menghasilkan uang. Sampai jumpa di Indonesia Startup Summit 2017 !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s