Segeralah Mandiri Walau Sederhana

Ketika banyak lelaki memilih kehidupan super nyaman di ruang ber-AC bermodal gadget dan sokongan dana orang tua, ternyata masih ada lelaki yang berjuang sendiri menghidupi dirinya. Berjuang menghasilkan uang untuk dirinya sendiri. Berjuang untuk feeding themselves by their own hands. Ada yang memulai untuk mengajar, berbisnis, bikin proyek-proyek sendiri, dan lain-lain. Banyak jalan untuk menghidupi diri sendiri.

Terutama di perantauan, mampu bertahan hidup tanpa bantuan orang tua adalah kebanggaan, terutama bagi seorang lelaki. Tempat di perantauan adalah tempat melatih kemandirian, tempat melatih diri kita untuk membentuk karakter kita. Tempat yang tepat untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Yang kuat mentalnya akan terlihat, yang lemah mentalnya akan telihat juga. Karena di tempat perantauan tak ada orang yng mengontrol diri kita selain diri kita sendiri.

IMG-20160316-WA0003

Saya begitu kagum dengan teman-teman saya yang tidak menggantungkan hidupnya dari bantuan dana dari orang tua. Apapun caranya, harus bisa makan dari tangan sendiri, harus bisa tinggal di kos/kontrakan dengan tangan sendiri. Sebagai contoh, ijinkan saya menceritakan kehidupan sesorang yang saya kenal 2 tahun lalu. Mungkin beliau adalah orang pertama yang bisa kuliah di Jakarta sekitar 8-9 tahun lalu. Disana, beliau memulai hidup barunya jauh dari orang tua. Beliau bertekad untuk tidak minta uang lagi ke orang tuanya di desa.

Singkat cerita, sembari kuliah, beliau bekerja di berbagai tempat. Beliau bekerja apapun asal halal dan mampu menutupi kebutuhan harian. Beliau pernah kerja sebagai pelayan restoran makanan Jepang pada malam hari. Beliau bekerja sampai larut malam, kadang sampai dini hari, lalu bangun di pagi hari, kuliah, dan begitu seterusnya. Penghasilannya lumayan untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Lalu, beliau beralih ke pekerjaan yang beresiko, tapi dengan bayaran lebih tinggi sebagai petugas keamanan klub malam. Di tempat itu, tiap malam pasti ada saja yang bertengkar gara-gara teler atau masalah-masalah sepele. Beliau berkali-kali menjadi pihak yang menetralisir kegaduhan yang dibuat para penghuni klub malam. Kalau boleh sebut gaji, gaji beliau bisa sampai 10 juta per bulan sebagai petugas keamanan klub malam. Namun, beliau tidak tahan,sehingga beliau pindah sebagai asisten advokat di Jakarta.

Beliau bekerja sebagai asisten advokat dan akhirnya mampu menyerap pengalaman di bidang hukum. Kuliahnya tidak terganggu, namun kariernya di luar kampus juga meningkat. Lalu, karena sesuatu, beliau kehabisan uang dan terancam tidak bisa lanjut kuliah. Lalu, dengan hasil kerja kerasnya itu, dia dipercaya untuk ikut magang di Astra Inrernasional dengan gaji lumayan. Lalu, datang musibah yakni ayah beliau meninggal dunia. Karena tidak mendapat ijin dari atasannya untuk pulang sebentar, beliau memutuskan keluar dari Astra. Dasar udah rejeki, beliau ditawari jadi kepala desa pas pulang. Allah memang Maha Baik.

IMG20160316074931

Cerita di atas mungkin salah satu cerita paling inspiratif yang pernah saya dengar. Cerita seoragn pemuda yang merantau menemukan jati dirinya. Maka, bagi kita para lelaki, apalagi yang mahasiswa atau yang berumur 20 an, mandirilah. Semakin cepat mandiri, walau tak harus mewah dan banyak-banyak, semakin banyak yang bisa dicapai segera. Karena apa? Kebanggaan sebagai seorang lelaki adalah menghidupi dirinya dan orang-orang yang dicintainya.

Jangn lupa membantu saudara-saudara sekitar kita yang kurang beruntung ya.

Sekian. Salam mandiri..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s