Inspiring Itu Kalau Bisa ke Luar Negeri. Beneran?

Ke luar negeri? Siapa yang ga pengen ke luar negeri. Apalagi masih mahasiswa. Bawa nama kampus, bawa nama negara, bawa nama orang tua. Siapa yang tidak bangga guys ? Ketika mahasiswa lain masih sibuk dengan berbagai kegiatan kampusnya sendiri-sendiri, kamu malah bisa mewakili kampusmu ke luar Indonesia. Kamu tentu punya nilai plus di mata teman-temanmu karena pernah ke luar negeri. “Wuihh keren ya kamu bisa ke Singapura. Oleh-oleh dong..”, “Wiih udah sampe Big Bang aja nih. Tulisin namaku di kertas dong di depan Big Bang…..”. Ungkapan kekaguman mungkin yang sering kita jumpai ketika melihat temen kita update status lagi di suatu tempat di luar Indonesia.

Sebenernya, kamu-kamu yang pernah mewakili kampus atau negeri ini ke luar negeri termasuk inspiring banget gak sih? Ya jelas dong. Kamu itu inspiring banget. Bisa ngalahin sekian ribu orang yang ikut seleksi event-event di luar negeri sana. Atau mungkin kamu bisa membawa nama kampusmu disana, di saat teman-temanmu belum bisa. Cuma, yang perlu digarisbawahi, inspiring itu apa sih? Apa iya harus ke luar negeri dulu, foto-foto, upload foto, baru dinamain inspiring student?

11216493_10153497359397053_8208690943115993183_o

Menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain bukan harus selalu berhasil ke luar negeri. Banyak juga lho yang ga pernah ke luar negeri, tapi menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain. Bukan berarti kamu yang pernah ikut event di luar negeri, atau mungkin lagi kuliah atau kerja di luar negeri nggak inspiring. Bisa ke luar negeri saat mahasiswa cuma salah satu bentuk inspiring tadi. Ini beberapa contoh mahasiswa inspiring yang ga perlu ke luar negeri dulu untuk jadi inspiring

  1. Mahasiswa PKM

318809_271574552947955_1775032224_n

PKM menjadi sebuah ajang adu kreativitas antar mahasiswa se Indonesia yang paling bergengsi. Yang bisa lolos PKM sampai tingkat nasional itu keren banget sumpah. Nah, dari PKM inilah sering muncul ide-ide brilian dari para mahasiswa dan dosen. Ide-ide yang bisa membantu masyarakat Indonesia pada umumnya. Kalau ide-ide ini difasilitasi dan dibuat jadi nyata, itu lebih keren lagi, dan yang pasti inspiring banget. Contoh PKM yang paling membuat saya kagum adalah timbangan beras yang bisa ngeluarin suara yang menyebutkan berat timbangan itu. Misal beratnya 2 kg, akan  muncul suara yang berbunyi “2 kilogram..”. Itu keren banget dan cocok untuk membantu para tunanetra agar tetap bisa membantu mereka dalam berdagang. Inspiting bukan?

2. Mahasiswa Study Oriented

wifi-158401_1280

Mahasiswa jenis ini banyak banget di kampus. Menjadi study oriented itu bukan hal yang jelek lho. Banyak orang beranggapan mahasiswa study oriented itu jelek dan gak kreatif. Siapa bilang. Dengan mereka seperti itu, mereka banyak yang bisa cumlaude waktu wisuda. Jadi cumlaude waktu wisuda itu keren lho (saya bisa cumlaude gak ya wisuda ini, wkkwk..). Dengan mereka fokus belajar, mereka juga jadi garda terdepan sumber jawaban soal-soal ujian menjelang ujian. Tanpa mereka, kita mungkin gak akan tertolong. Jadi, buang jauh-jauh image kalau mahasiswa study oriented itu gak keren. Yang gak keren tuh, kalau udah study oriented, terus gak mau ngajarin temennya. Itu baru gak keren, haha. Mau contohnya mereka yang keren itu? Jurusan saya banyak banget lho, tinggal pilih. Yang pasti, di jurusan saya yang pinter-pinter pada mau ngajarin kita-kita yang males-males ini, hehe. Kalian semua keren gaes. Makasih atas SP-SP kalian selama ini..

3. Mahasiswa Komunitas Sosial

111900606

Mereka ini adalah mahasiswa yang bergabung ke banyak komunitas sosial untuk membantu langsung masyarakat. Dana sumbangan yang dikumpulkan lalu diberikan kepada yang berhak. Bukan hanya itu, mereka juga memberdayakan masyarakat langsung melalui komunitas sosial yang mereka miliki. Mereka bergerak langsung untuk memberi efek kepada perubahan kehidupan masyarakat. Contohnya, Komunitas Untuk Jogja. Mereka mengadakan pelatihan-pelatihan ke masyarakat-masyarakat desa disana untuk pelatihan hidroponik, menanam tumbuhan, wirausaha, dll. Keren lho. Mereka ini garda terdepan dalam hal sosial pokoknya

4. Mahasiswa Imam dan Takmir Masjid Sekitar Kampus

masjid-pogung-raya4

Jangan dikira mereka yang jadi takmir dan imam masjid itu gak inspiring. Mereka itulah penggerak kebaikan diantara masyarakat sekitar kampus. Ketika warga-warga di sekitar kampus sibuk bekerja, merekalah yang mengatur agar masjid selalu ada yang adzan, ngisi kajian dan lain-lain. Belajar ilmu agama yang lebih dalam juga menjadi kelebihan yang harus kita tiru. Mereka adalah calon imam idaman para mahasiswi. Jangan kira yang jadi takmir masjid itu nikahnya lama. Banyak yang habis wisuda, langsung ngelamar. Mau contoh? Sudah terlalu banyak. Cari sendiri ya..

Terus, ada pertanyaan gini. Buat apa sih jadi mahasiswa yang inspring Inspiring disini bukan berarti pamer kelebihan ya. Maksudnya adalah kita punya sesuatu lebih yang membuat kita berbeda dan lebih dibanding orang lain. Sebagai mahasiswa, sudah sepantasnya kita punya sesuatu yang berbeda dibanding mahasiswa lain, apapun itu. Bahasa HRD nya, differentiation. Kalau kamu gak punya sesuatu yang beda pada dirimu, alias same-same kayak orang lain, kamu akan berat untuk bisa berkembang. Temukan sesuatu yang berbeda pada dirimu, lalu explore, kembangkan.

Pernah bayangin kumpulan kuda liar warna hitam di sabana di benua Afrika sana? Pasti pernah lah ya di internet atau TV. Lalu tiba-tiba ada zebra di tengah-tengah mereka, tentu kita bisa mengenalinya dengan cepat kan? Kenapa begitu? Karena warna kulit zebra itu berbeda dari kuda-kuda di sekitarnya.

Tempat Buka Puasa Selama Ramadhan Sekitar UGM

Bulan Ramadhan selalu dinanti para mahasiswa, terutama mahasiswa UGM. Saldo untuk buka puasa bisa 0 rupiah sebulan, alias numpang buka sekalian makan di masjid-masjid sekitar UGM.

Mungkin, ini beberapa referensi masjid sekitar UGM yang menyediakan makanan berbuka selama Ramadhan. Semua ini berdasar pengalaman pribadi kami dan bocoran dari teman-teman. Beberapa masjid juga kami sertakan walau agak jauh dair kampus UGM tercinta. Monggo..

  1. Masjid Pogung Raya

masjid-pogung-raya4

Masjid ini terletak di utara fakultas Teknik UGM. Salah satu masjid terbesar di sekitaran kampung Pogung. Menunya biasanya lengkap dari nasi, lauk (ayam, ikan, telor), sayur, teh, kurma, hingga buah-buahan. Reccommended banget..

2. Masjid Pogung Dalangan

masjid-pogung-dalangan

Masjid ini cuma sekitar 200 m dari Masjid Pogung Raya. Untuk menu, kurang lebih sama lah ya. Cuma, Ramadhan ini belum sama sekali kesana. Nanti kalau mampir, kalau sempat kami bakal update hehe

3. Masjid Kampus UGM

21843795

Siapa yang gak kenal Masjid Kampus UGM alias Maskam ini? Maskam biasanya menyediakan 1400-1500 an porsi buka per hari. Lumayan itu untuk 1400 an mahasiswa perantauan dijamin gak kelaparan. Menunya lebih bervariasi. Kadang ada susu juga kalau beruntung. Monggo dicoba

4. Masjid Syuhada

01_aris

Masjid ini ada di daerah Kotabaru. Menunya juga kurang lebih sama dengan masjid-masjid di atas. Kadang sih, kata orang-orang ada susu sama puding. Kata orang-orang sih. Mungkin bisa tanya dengan warga sekitar ya. Tapi dijamin mantap lah

5. Masjid Nurul Islam

img00577-20110804-1231

Nah, ini masjid paling reccomended. ada di Jakal km 5. Hampir bisa dipastikan, setiap hari daging lauknya, entah ayam, bebek, kambing, sapi, atau kepiting (ya kali makan kepiting pas buka). Biasanya nih, yang dijadiin langganan warung Padang Sederhana (mantap kan?) sama Lesehan Aldan. Paling reccomended Nuris ini

6. Masjid Jogokariyan

masjid-jogokariyan

Last but not least, Masjid Jogokariyan. Masjid yang terkenal dengan pengelolaan dana masjidnya yang luar biasa ini menyediakan 1500 an porsi makanan berbuka tiap harinya. Konon, tiap malam Jumat alias kamis, menunya selalu gulai kambing. Pehh, penasaran kan? Mumpung malam Jumat ini, datengin aja tuh masjid..

 

Sekian dari kami. Kalau mau nambahin, komen aja di bawah. Kamu terbantu dengan ini? Bisa lho dishare hehe.

Syukron…

Bawa Pulang Memori Merapi Itu

IMG_5312

Di Bawah Bekas Rekahan Erupsi Merapi

Foto di atas membawa memori ini menuju masa-masa muda dulu (udah tua banget ya sekarang). Jaman-jaman tugas belum begitu banyak menumpuk dan makin sulit. Jaman ketika hidup ini terlihat begitu indah untuk dijalani tanpa beban. Tapi itu sudah berlalu. Kini, dunia terlihat lebih nyata, lebih realistis.

Foto di atas menggambarkan kejayaan masa lalu. Saat itu, perjalanan ke Merapi diputuskan cuma dalam waktu 1 jam. Jam 3 sore ada ide naik Merapi. Setelah ide disebar di grup, beberapa orang yang ingin naik Merapi langsung berkumpul dan mempersiapkan segalanya. Jam 4 sore, semua sudah siap seperti yang direncanakan. Semua bekal ada. Perjalanan 2 jam menuju titik lokasi pendakian terasa begitu cepat di New Selo.

Perjalanan dimulai jam 8 malam dan sampai di puncak Merapi saat Shubuh tiba. Shalat shubuh ditunaikan di sekitar Pasar Bubrah, daerah datar terakhir sebelum tanjakan terakhir ke puncak, sesaat setelah fajar shadiq muncul di ufuk timur. Pendakian sambil merangkak di rekahan bekas erupsi 2010 begitu menantang. Puncak pun diraih ketika jam 7 pagi. Indahnya masa muda, hahaha

IMG_5191

Penampakan Sesaat Setelah Fajar Shadiq, Penanda Shubuh

IMG_5228

Tenaga Dalam (Pict: Mas Faza)

Kini, sudah 3 orang yang meninggalkan masa lajangnya. Mengubah hidup dari yang serba sendiri kini menjadi serba bersama. Mengubah status belum menikah di KTP menjadi sudah menikah di KTP. Foto di atas mengajarkan bahwa kemana pun kalian pergi, bukan kemananya yang paling penting, tapi dengan siapa. Percayalah, orang-orang di samping saya di atas adalah orang-orang spesial yang pernah dilahirkan kampus kerakyatan di Jogja itu.

 

Segeralah Mandiri Walau Sederhana

Ketika banyak lelaki memilih kehidupan super nyaman di ruang ber-AC bermodal gadget dan sokongan dana orang tua, ternyata masih ada lelaki yang berjuang sendiri menghidupi dirinya. Berjuang menghasilkan uang untuk dirinya sendiri. Berjuang untuk feeding themselves by their own hands. Ada yang memulai untuk mengajar, berbisnis, bikin proyek-proyek sendiri, dan lain-lain. Banyak jalan untuk menghidupi diri sendiri.

Terutama di perantauan, mampu bertahan hidup tanpa bantuan orang tua adalah kebanggaan, terutama bagi seorang lelaki. Tempat di perantauan adalah tempat melatih kemandirian, tempat melatih diri kita untuk membentuk karakter kita. Tempat yang tepat untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Yang kuat mentalnya akan terlihat, yang lemah mentalnya akan telihat juga. Karena di tempat perantauan tak ada orang yng mengontrol diri kita selain diri kita sendiri.

IMG-20160316-WA0003

Saya begitu kagum dengan teman-teman saya yang tidak menggantungkan hidupnya dari bantuan dana dari orang tua. Apapun caranya, harus bisa makan dari tangan sendiri, harus bisa tinggal di kos/kontrakan dengan tangan sendiri. Sebagai contoh, ijinkan saya menceritakan kehidupan sesorang yang saya kenal 2 tahun lalu. Mungkin beliau adalah orang pertama yang bisa kuliah di Jakarta sekitar 8-9 tahun lalu. Disana, beliau memulai hidup barunya jauh dari orang tua. Beliau bertekad untuk tidak minta uang lagi ke orang tuanya di desa.

Singkat cerita, sembari kuliah, beliau bekerja di berbagai tempat. Beliau bekerja apapun asal halal dan mampu menutupi kebutuhan harian. Beliau pernah kerja sebagai pelayan restoran makanan Jepang pada malam hari. Beliau bekerja sampai larut malam, kadang sampai dini hari, lalu bangun di pagi hari, kuliah, dan begitu seterusnya. Penghasilannya lumayan untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Lalu, beliau beralih ke pekerjaan yang beresiko, tapi dengan bayaran lebih tinggi sebagai petugas keamanan klub malam. Di tempat itu, tiap malam pasti ada saja yang bertengkar gara-gara teler atau masalah-masalah sepele. Beliau berkali-kali menjadi pihak yang menetralisir kegaduhan yang dibuat para penghuni klub malam. Kalau boleh sebut gaji, gaji beliau bisa sampai 10 juta per bulan sebagai petugas keamanan klub malam. Namun, beliau tidak tahan,sehingga beliau pindah sebagai asisten advokat di Jakarta.

Beliau bekerja sebagai asisten advokat dan akhirnya mampu menyerap pengalaman di bidang hukum. Kuliahnya tidak terganggu, namun kariernya di luar kampus juga meningkat. Lalu, karena sesuatu, beliau kehabisan uang dan terancam tidak bisa lanjut kuliah. Lalu, dengan hasil kerja kerasnya itu, dia dipercaya untuk ikut magang di Astra Inrernasional dengan gaji lumayan. Lalu, datang musibah yakni ayah beliau meninggal dunia. Karena tidak mendapat ijin dari atasannya untuk pulang sebentar, beliau memutuskan keluar dari Astra. Dasar udah rejeki, beliau ditawari jadi kepala desa pas pulang. Allah memang Maha Baik.

IMG20160316074931

Cerita di atas mungkin salah satu cerita paling inspiratif yang pernah saya dengar. Cerita seoragn pemuda yang merantau menemukan jati dirinya. Maka, bagi kita para lelaki, apalagi yang mahasiswa atau yang berumur 20 an, mandirilah. Semakin cepat mandiri, walau tak harus mewah dan banyak-banyak, semakin banyak yang bisa dicapai segera. Karena apa? Kebanggaan sebagai seorang lelaki adalah menghidupi dirinya dan orang-orang yang dicintainya.

Jangn lupa membantu saudara-saudara sekitar kita yang kurang beruntung ya.

Sekian. Salam mandiri..