Jatuh Sakit

Kemarin adalah hari dimana badan saya lemas. Kecapekan gegara banyak aktivitas disana sini. Banyak mondar mandir ke tempat yang berjauhan. Makan tetap terjaga, tapi rasanya kemarin tubuh ini menyerah menghadapi kesibukan kesana kemari.

Tubuh terasa lemas mulai jam 5 sore ketika akan pulang dari kampus. Lalu, entah mengapa, tubuh mulai kehilangan tenaga dan suhu tubuh meninggi. Ini pasti efek kecapekan seperti biasanya. Kesibukan kuliah ditambah bisnis membuat tenaga ini kadang habis.

Ketika sakit itu, baru diri ini sadar. Betapa nikmatnya sehat itu. Tubuh kita suhunya naik 2 derajat Celcius saja sudah membuat tubuh kita kehilangan tenaga. Sama seperti global warming. Suhu dunia naik 2 derajat Celcius aja udah bikin gerah sedunia. Betapa mahal nikmat sehat itu. Bukankah kita rela menghabiskan berapapun uang untuk kesehatan kita?

100_3630

Saya jadi ingat kata-kata ibu supaya makan yang berkuah dan minum yang hangat. Jangan minum es atau makanan berlemak macam gorengan. Terbukti, malam kemarin aku diantar si Ucup, temen sekontrakkan yang super baik. Ke sop ayam Pak Nanto, tempat favorit makan sop pokoknya.

Suhu tubuh sudah normal hari ini. Semua berkat Allah yang menyembuhkan panas semalam. Banyak-banyak bersyukur pokoknya deh mulai sekarang soal sehatmu. Kamu ga bisa kentut aja, aku yakin orang tuamu rela mengeluarkan uang 10 juta demi kamu bisa kentut doang.

Salam hidup sehat !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s