Cerita Susah Pengusaha

Mungkin kita sudah sering melihat di film0fil berbau kewirausahaan dimana seorang anak muda yang ingin memiliki perusahaan sendiri harus jatuh bangun membangun mimpi-mimpinya itu. Mimpi untuk bebas secara finansisal ternyata tak semudah di atas kertas. Lihatlah film Billionare, Top Itthipat dari Thaillad. Saya yakin kamu pasti sudah pernah nonton filmnya. Banyak sekali hal yang kurang mengenakkan yang ia lakukan, mulai menjual mobilnya sampai putus dengan pacarnya.

Sebagai pebisnis kelas pemula saya juga beberapa kali terpaksa melakukan hal ekstrim. Teman-teman saya yang juga berminat membangun usaha sendiri juga punya cerita-cerita ekstrim di awal-awalnya membangun usaha. Mungkin saya akan mengutip 3 hal ekstrim saja yang berasal dari bermacam-macam orang, dan dijamin, ini pengalaman nyata.

  1. Makan Porsi Setengah

Makan porsi setengah dari biasanya bukan perkara gampang. Makan porsi setengah yang dilakukan teman saya ini ekstrim. Satu piring untuk berdua. Benar-benar menekan biaya, tapi juga membuat perut cepat lapar lagi. Pernah teman saya ini makan makan cepat saji, nasi, ayam goring, dan teh. Makanan seporsi ia makan berdua dengan teman bisnisnya itu. Edan tenan. Saya Cuma geleng-geleng dengar ceritanya begitu. Asumsi harga seporsi makanan itu 7000, dengan membagi 2, masing-masing hanya keluar 3500. Hal itu masih dilakukan sampai sekarang demi memperbanyak tabungan. Luar biasa kan?

  1. Ambil Barang Tengah Malam dan Hujan

053704900_1421744077-hujan

Hal ini pernah saya lakukan sekitar setahun lalu. Ketika itu, ada pelanggan yang minta barangnya diambil besok pagi. Dan mintanya malam-malam, jam 10 malam. Padahal barang pesanannya masih ada di tempat teman saya yang rumahnya lumayan jauh, sekitar 15 km dari tempat tinggal saya. Kondisi di luar mendung setengah hujan. Kalau tidak diambil, besok pagi pasti telat. Kalau diambil, di luar dingin dan hujan. Dingin dan basah bisa menjadi sumber penyakit kalau tidak ditangani serius, seperti paru-paru basah.

Apa boleh buat, saya harus melakukannya demi pelanggan. Jam 10 lebih saya pun berangkat dengan motor pelan-pelan sambil memakai mantel, setelah sampai, ambil barang, balik kos. Hujan tambah deras. Dengan beban berat di belakang, ditambah dingin dan hujan, tengah malam lagi, barang ini harus sampai di kosan malam itu juga, bagaimanapun caranya. Benar-benar malam yang gila buat saya. Pagi sampai sore sudah kuliah berat, malam masih harus kerja rodi, hehe.

  1. Susu Jatuh di Tengah Jalan

Hal ini dialami oleh teman saya yang memiliki bisnis susu pasteurisasi. Ia mengambil susu segar dari Cangkringan, lereng Gunung Merapi untuk diolah lebih lanjut. Ia membawanya dengan sepeda motor. Setiap hari, ia membawa sekitar 40 L susu, atau sekitar 4 dirigen air ukuran besar. Suatu saat, ketika membawa susu, teman saya ini agak ngantuk dan dirigen susu yang ia bawa terlepas dari genggamannya. Dari 4 dirigen, 3 dirigen habis. Sisa 1 dirigen masih ada sisa sekitar setengahnya. Benar-benar mental seorang pengusaha diuji di saat-saat seperti itu. Kerugiannya bisa dihitung. Dengan harga 5500/liter, silahkan hitung kerugian hari itu.

Pernah juga, ia membawa susu yang sudah diolah dan siap dipasarkan. Ketika sudah diberikan ke konsumen, susunya malah basi. Wah itu benar-benar menjadi ujian bagaimana menjelaskan kepada pelanggan bagaimana susunya bisa basi. Yang pasti, teman saya terpaksa menggratiskan susu itu, padahal jumlahnya banyak loh, sekitar 50 cup.

Kamu punya cerita susah pas ngejalanin bisnis? Share aja boleh banget loh..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s