Saya Bangga, karena Masa Itu Pernah Ada

Saya tak pernah bersedih karena berpisah sebentar lagi dengan bangku kuliah
Saya selalu bangga karena masa itu pernah ada

Mungkin itulah kata-kata yang pantas untuk diri saya sekarang. Jelang akhir kuliah, saya jadi makin galau. Mau pakai ijazah saya untuk melamar pekerjaan sana sini, atau mengembangkan bisnis yang sudah saya mulai. Melamar pekerjaan sepertinya menjanjikan. Dengan tertundanya wisuda kemarin, alhamdulillah saya jadi punya banyak wawasan tentang duni profesional. Saya jadi memiliki teman-teman yang bekerja di berbagai perusahaan besar dan instansi-instansi penting di dunia, terutama Indonesia.

1780739_10204076903114340_3853415770022893389_n

Tulisan ini mungkin juga merupakan isi hati para calon wisudawan, atau mantan calon wisudawan seperti saya ini. Betapa bingungnya seorang wisudawan melihat realita kehidupan setelah kehidupan kuliah selesai. Kehidupan kuliah yang serba nyaman, ditunjang wifi gratis, dan berbagai kenyamanan lain, kini berubah menjadi sebuah tantangan yang membuat fokus kita terkuras dan bayangan masa depan mulai bermunculan.

Dunia kuliah memang mengasyikkan, tapi kalau kelamaan ya ga mengasyikkan, tapi mengkhawatirkan. Dunia kerja di depan menjadi sangat kompleks dibandingkan kuliah. Konsekuensinya pun menjadi lebih besar di dunia kerja. Kalau kita di kuliah telat masuk kelas 10 menit, beberapa dosen masih mengijinkan masuk. Namun, di perusahaan atau instansi tertentu, keterlambatan 5 menit akan berujung SP alias Surat Peringatan dari atasan. SP 3 keluar, siap-siap ditendang. Seorang senior saya yang dulu kuliah biasa telat, ketika kerja langsung dipecat di hari ke-4 nya karena selalu terlambat walau hanya 5 menit. Di hari ke-4 ia bekerja, tertulis sesuatu di mejanya “KAMI TIDAK MEMBUTUHKAN ORANG SEPERTI ANDA”. Sebuah tamparan keras. Kerja 4 hari, dipecat tanpa gaji sedikit pun.

Sebaik-baik seorang sarjana adalah yang mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya nanti dan menjadi lebih bermanfaat. Menjadi sarjana membuat kita memiliki wawasan lebih tentang negeri ini. Menjadi sarjana tentu menjadi harapan bagi semua rakyat Indonesia. Mereka menunggu kontribusi kita untuk membantu mereka. Sungguh, mereka membutuhkan kita, apapun profesi kita nanti.

Kembali ke saya pribadi. Saya sepertinya akan memilih jalan berbisnis. Saya sepertinya tidak passion dengan jurusan saya kuliah, hahhaa. Saya sebenarnya senang denganjurusan saya ini, tapi yang bagian bisnis-bisnisnya aja. Kalau udah masalah hitung-hitungan eksak, program komputer, dan sejenisnya, ampun gan. Dengan dukungan orang tua, saya takkan menyesali keputusan saya. Saya pasrahkan semua kepada Allah tentang jalan yang saya pilih. Saya yakin Allah akan bukakan jalannya untuk saya dan teman-teman semua. Ketika kita bermimpi mendapat 30, kita wajib berusaha keras. Kalaupun hasil kita baru 10, serahkan 20 nya kepada Allah. Biar Dia yang mengurus sisanya.

10708487_10201757086249211_509850350507883724_o

Maka, jangan menyesali keputusan-keputusan yang kawan-kawan pilih. Kalian telah memilih jalan hidup masing-masing. Semua ada hikmah di baliknya. Teman saya bahkan ada yang putus kuliah gara-gara harus merawat ibunya yang kanker di kota asalnya sana, dan alhamdulillah dia bisa membantu biaya perawatan ibunya. Setiap orang punya jalan yang berbeda. Ketika kita bekerja di sebuah perusahaan bonafit, jangan anggap diri kita lebih baik daripada teman kita yang putus kuliah seperti contoh teman saya di atas. Kita takkan pernah tahu apa yang direncanakan Allah. Berikan usaha terbaikmu, serahkan hasilnya pada Allah.

 Bersama kalian, kawan-kawan kuliah, mari kejar mimpi kita masing-masing. Saya tentu ingin saat reuni lagi mendengar cerita-cerita seru kalian di dunia kalian setelah bangku kuliah. Saya tak sedih akan berpisah dengan bangku kuliah sebentar lagi dan masuk dunia pekerjaan atau bisnis. Saya bangga, karena masa itu pernah ada.

See you on top

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s