Belum Mapan (1)

Belum mapan. Mungkin itu yang saya alami sambil menunggu kelulusan yang terus tertunda, apalagi tertundanya gara-gara 1 SKS. Sembari menunggu kelulusan, saya menjalankan sebuah bisnis, lebih tepatnya melanjutkan bisnis saya sekitar 2 tahun lalu di bidang konveksi baju. Lumayan hasilnya untuk makan dan keperluan sehari-hari sih. Alhamdulillah. Tapi, tentu harus ada peningkatan dari hari ke hari.

Saya merasa belum mapan sekarang. Karena apa? Penghasilan saya via bisnis ini memang bisa dikatakan belum stabil, kadang tinggi, kadang rendah banget. DI satu waktu, hasilnya banyak, di waktu lain sepi. Mungkin ini namanya bisnis. Kita tak pernah tahu rezeki dari Allah yang diperuntukkan bagi kita. Namun, kita wajib berusaha untuk mendapatkannya. Nah, kalau dilihat dari fase dalam berbisnis (menurut para ahli), saya ini udah bisa dibilang masuk fase 2.

What would you do if you won the lottery?

 

Fase 1 bisnis adalah ketika kita memulai bisnis itu dari nol, alias membuka usaha kita sendiri. Dari titik itu, biasanya sang founder akan bekerja sangat keras untuk bisa mendpaat klien atau pelanggan. Ia bahkan harus rela hujan-hujan dan kepanasa demi melayani pelanggan. Dan mungkin sudah hukumnya, fase 1 ini penuh dengan hal-hal yang tidak diprediksi ketika belum berbisnis. Keuntungan kadang harus dikorbankan demi mengatasi masalah sana-sini yang kita belum mengerti medan. Di fase ini, kekutan mental kita diuji apakah ingin terus atau tidak dalam bisnis itu.

Fase 2 bisnis adalah ketika kita sudah mulai mendapat titik cerah setelah sekian lama kita menembus terowongan gelap bisnis kita. Kita mulai sedikit demi sedikit mendapat penghasilan yang mulai stabil walau kadang juga labil. Di fase ini, biasanya kita sudah mulai mampu mencukupi kebutuhan primer kita seperti papan, sandang, dan pangan. Kita mulai bisa bayar makan sendiri, bayar kos/kontrakan sendiri, beli baju sendiri, dan lain-lain. Fase ini adalah fase dimana para pengusaha harus memutar otak lagi untuk meningkatkan penghasilan setelah perlahan penghasilannya stabil, namun baru mencukupi kebutuhan primer. Disinilah perlu langkah-langkah strategis untuk meningkatkan penghasilan.

wave-goodbye-to-the-worries-of-earning-extra-money-online

Fase 3 bisnis adalah ketika bisnis mulai meningkat tajam dan memberi banyak penghasilan. Kebutuhan primer sudah pasti bisa dipenuhi. DI dalam fase ini, para pengusahha mulai berpikir kebutuhan sekunder dan tersier, mulai perabot rumah tangga, motor baru, mobil baru, dan lain-lain. Dengan berbagai langkah terobosan, kita sudah berada di titik yang membuat kita nyaman dan tidak terlalu bekerja terlalu keras seperti dulu. Sudah ada tenaga-tenaga yang menjalankan bisnis kita.

Fase 4 bisnis adalah fase kemunduran. Tidak selamanya bisnis ini langgeng dan awet. Tuntutan zaman membuat para pebisnis memikirkan solusi dari permasalahan tuntutan zaman. Zaman berubah, maka pola pikir pebisnis berubah menyesuaikan pasar. Zaman digital ini, semua pelayanan bisa lewat online dan tanpa tatap muka. Bayangkan jika dulu dimana untuk membangun bisnis harus saling bertemu walau itu harus menempuh hujan atau badai. Sekarang, kita bisa tinggal duduk di kamar sambil pesan barang ini itu. Perlu inovasi agar bisnis kita tidak mundur.

office-lighting-166

So, di tengah kebelummapanan ini, saya yakin akan segera masuk fase 3. Segerakan, karena sudah banyak orang di depan saya yang menunggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s