Bahagiakan Dirimu Sebelum Kamu 30 Tahun

Usida 30 tahun adalah usia dimana kamu sudah diharapkan mulai memiliki kestabilan dalam hal finansial dan keluarga. Hal ini memang tidak ada sumber dari buku atau referensi mana pun yang menyebutkan usia 30 tahun sesorang harus sudah mulai stabil dalam 2 hal tersebut. Namun, bukan hal yang salah kan jika pada umumnya, masyarakat kita rata-rata ingin memiliki kehidupan yang stabil di usia 30, bahkan sebelum usia 30. Kenapa sih kok begitu?

Stabil disini bukan berarti harus sudah hidup mewah dan glamour. Yang dimaksud stabil di sini adalah secara finansial tidak perlu dikhawatirkan. Walau mungkin masih menabung untuk beli rumah, mobil dan berbagai keperluan besar lain, namun untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, listrik, air, perabot rumah tangga, transportasi, dan lain-lain sudah tertutupi dari penghasilan dari bekerja kamu. Dari sisi keluarga, rata-rata orang Indonesia mulai “khawatir” jika usia 30 belum menemukan jodohnya. Dengan memiliki keluarga di usia 30, diharapkan secara mental dan emosi kamu bisa lebih stabil dan punya alasan untuk selalu pulang cept ke rumah dari tempat kerja.

Hal-hal di bawah ini yang mungkin membuat kamu ingin segera mencapai kestabilan dalam hal finansial dan keluarga sebelum usia 30.  Jika kamu ingin menambahkan, sangat diperbolehkan untuk menambah wawasan kita:

  1. Segera Mandiri dari Orang Tua

109471093-currency-is-seen-in-this-january-30-2001-image-afp-crop_-promo-mediumlarge

Orang tua kita sudah berjasa begitu banyak dalam kehidupan kita mulai kita kecil sampai dewasa. Merekalah yang membiayai semua kebutuhan kita dari kita bayi sampai dewasa sekarang. Maka, ada suatu saat dimana kita ingin lepas dari ketergantungan biaya dari orang tua. Hal ini tentu untuk meringankan beban orang tua kita yang juga semakin bertambah tua seiring bertambah dewasanya kita. Dengan mandiri dari orang tua, kita berharap bisa membahagiakan orang tua dan menunjukkan kepada orang tua kita bahwa kita sudah siap untuk hidup mandiri tanpa bantuan biaya dari orang tua.

  1. Ingin Membantu Saudara/Teman yang Kesulitan Secara Finansial

111900606

Hal ini membuat kamu selalu ingin segera mendapatkan penghasilan untuk bisa menopang saudara/temanmu yang kesulitan secara ekonomi. Dengan membantu sesame, sungguh kamu telah belajar bagaimana merasakan sulitnya hidup orang lain. Kamu juga belajar bersyukur terhadap rezeki yang kamu dapatkan untuk disisihkan kepada orang lain. Dengan membantu mereka yang kesulitan, yakinlah nikmat kamu akan ditambah. Bukankah itu janji langit yang sudah tertulis di kitab suci?

  1. Ada Jodoh Menunggu di Depanmu

1621929_612256505515897_120779431_n

Ngomong-ngomong soal jodoh, setiap orang pasti ingin segera bertemu jodohnya. Dengan menemukan jodoh, kamu bisa terhindar dari perbuatan-perbuatan yang kurang baik.  Dengan menemukan jodoh, kamu bisa belajar lebih banyak tentang orang yang begitu mencintaimu. Bangunlah cinta di atas pernikahan, bukan sebaliknya. Kata orang-orang yang sudah menikah, hal-hal sulit di awal pernikahan seperti kekurangan uang dan keterbatasan lain menjadi bumbu indah dalam pernikahan. Dengan melaluinya bersama dan saling menguatkan, semua akan terlewati begitu saja dan menjadi kenangan indah ketika sudah mapan nanti. Benarkah begitu? Segera temukan jodohmu.

  1. Bisa Berkarya Lebih

office-lighting-166

Dengan memiliki kestabilan finansial dan keluarga, kamu bisa berkonsentrasi untuk berkarya lebih. Sehebat-hebatnya orang, kalau masalah perut masih kesusahan, tentu masalah perut akan didahulukan, sehingga menghambat kemampuannya untuk berkarya lebih. Tak harus mewah, asal cukup dan stabil, yang penting masalah perut tidak menjadi beban sehari-hari. Dengan selesainya masalah perut, kamu bis berkonsentrasi untuk melanjutkan karyamu ke level yang lebih tinggi di bidangmu masing-masing.

  1. Segera Punya Keluarga Kecil dan Bahagia

family

Memiliki keluarga kecil di usia 30 tahun atau sebelumnya menjadi mimpi seluruh anak muda. Siapa yang tidak bahagia memiliki pasangan hidup dan lebih-lebih momongan kecil yang siap mewarnai kehidupan kamu berdua di rumahmu nanti. Dengan adanya si kecil, kamu selalu punya alasan untuk selalu segera pulang dari tempat kerja. SI kecil sudah menunggumu di rumah bersama ibunya. Maka, carilah ibu yang tepat bagi si kecilmu nanti agar ia diasuh oleh ibu yang luar biasa. Karena ibu yang luar biasa akan menjadikan si kecilmu luar biasa juga.

Usia 30 tahun bukanlah patokan paten yang menjadi deadline seseorang harus mapan. Namun, alangkah baiknya untuk segera stabil, lebih-lebih mapan di bawah usia 30 tahun. Dengan bisa stabil atau mapan di usia 30 tahun atau sebelumnya, banyak sekali manfaat dan kebaikan yang bisa kamu dapat. Dengan begitu, banyak sekali yang bisa kamu bahagiakan, mulai orang tuamu, adik kakakmu, keluarga besarmu, jodohmu, anak-anakmu, saudar/teman yang kamu bantu, dan lain-lain.

Jangan malas-malasan di usia muda, apalagi di usia 20-24 tahun. Usia muda itu memang usia yang rentan dengan kegagalan. Di usia mudamu, kamu bisa gagal dalam bisnismu, karyamu, proyek-proyekmu, dan lain-lain. Semakin cepat kamu menemukan kegagalanmu, semakin cepat kamu menemukan solusinya. Semakin cepat kamu menemukan solusinya, semakin cepat kamu sukses. Semua kesuksesan selalu diawali dengan kegagalan.

Inna ma’al ‘usri yusroo. Sesungguhnya kesulitan itu bersama kemudahan-kemudahan. Yusroo adalah bentuk jamak dari yasir yang artinya kemudahan, which means, satu kesuliltanmu akan selalu diikuti banyak kemudahan di baliknya.

Masih belum percaya janji-janji langit? Segera bergerak dan buktikan saja. Bergerak, atau tergantikan !!

Seribu Mimpi di Malam Pertama

Malam pertama di tempat baru selalu memiliki rasa yang berbeda. Malam pertama resmi tinggal di kantor, atau lebih tepatnya kontrakan baru membuat segala kebiasaan dikosan lama berubah. Sejak hari kemarin, saya resmi pindah dari kosan yang saya tempati sejak saya maba di UGM hingga jelang kelulusan ini. Saya merasakan begitu banyak kenangan dari kos lama ketika pindah ke kontrakan baru ini. Ada yang berbeda rasanya.

Ketika dulu di kosan lama, wifi super kencang dan kuota yang banyak menjadi penawar bosan saat rasa bosan dang abut menghampiri. Sekarang, untuk mengusir bosan, rasanya harus melakukan Sesutu yang baru lagi. Lalu, ketika di kosan lama dulu, saya bebas untuk tidur kapan saja saya mau. Sekarang, ya masih bebas sih, hanya harus menyesuaikan dengan teman, karena sekamar berdua. Kalo dulu di kosan lama bisa tidur habis capek kuliah seharian, kini ketika habis dari kampus nyelesaiin masalah-masalah sisa di kampus, masih dibebani angka-angka target sales alias penjualan yang belum tercapai. Ketika dulu pikirannya mau makan apa nanti, sekarang berganti, apa nanti bisa makan.

wifi-158401_1280

Perubahan-perubahan itu yang coba syaa tanggapi dengan positif. Zona nyaman yang saya nikmati dulu rela saya tinggalkan demi kesuksesan dn kemapanan di depan. Saya harus rela memikirkan angka-angka yang terpampang di papan yang belum tercapai. Angka-angka itu harus menjadi prioritas kini, bagaimana untuk mengejarnya.

Selain target-target, yang baru tentunya teman sekamar baru. Namanya Ersha, anak Pertenakan UGM. Tenang, dia laki-laki kok jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan kalau kami tidur sekamar hehe. Kami sudah mengenal sejak 3 bulan lalu, dan kini kami harus lebih saling mengenal dan beradaptasi untuk tinggal degnan nyaman di kontrakan ini. Sedikit bocoran, semalam saya baru tahu kalau Ersha tidur pasti mengingau gka jelas gitu, semacam berbicara sendiri tanpa sadar padahal lagi tidur. Untung saya belum tidur saat hal itu terjadi. Dan mungkin akan banyak kejadian-kejadian menarik yang akan kami lalui bersama.

Pindah ke kontrakan ini merupakan salah satu tearget saya ketika memasuki semester-semester akhir di kuliah. Saya pokoknya harus bisa keluar dari kosan lama, entah kemana pun itu untuk merubah diri. Saya ingin tempat yang nyaman, aman, tetapi tetap peroduktif sehingga bisa menjadi tempat tinggal sekaligus tempat kantor bisnis yang layak dan bisa diandalkan. Ini sungguh karunia Allah yang menunjuki saya kontrakan ini. Lokasi yang dekat kampus, dekat warung-warung, aman, nyaman, dan murah menjadi keberkahan sendiri untuk saya. Dulu, sempat survey rumah sampai Jakal km 9 demi mengejar harga rendah. Tapi, Allah punya rencana lain. Di kontrakan inilah, semua kriteria yang saya inginkan tercapai. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-hambaNya.

nikah-1024x640-660x375

Taka da alasan untuk malas. Taka da alasan untuk terus tidur-tiduran. Dari kontrakan inilah, kehidupan in harus diubah. Kebihdupan ini harus meningkat tarafnya. Masa depan sudah di depan mata. Orang tua sudah minta menantu (ini yang paling berat menurut saya), sayang belum dapat calonnya. Kuliah yang ibarat sudah di tikungan terakhir harus segera selesai. Agustus 2016, semoga saya bisa bertemu dengan lulusan-lulusan UGM lainnya di Grha Sabha Pramana. Sudah cukup di PHP kampus dari wisuda Februari dan Mei.

Sebagai penutup, ada pepatah mengatakan “Bergerak atau tergantikan”. Bergerak berarti kita berusaha mengubah hidup kita sesuai dengan kemampuan kita, walau dengan tetesan keringat dan darah. Atau, kita akan kalah, tergantikan oleh yang lain. Hidup adalah pilihan, bergerak, atau tergantikan.

Kantor Baru Texco

Pogung Lor, Jogja

Dream Place Haven’t Visited

Every person has dream, especially place to visit. I am like you all, readers. I have dreams for some places to visit. After 22 years come to this earth, I have visited 3 country, Indonesia, my own country, Malaysia and Singapore. But, I don’t find a very difficult adaptation because there are many similarities in cultures.

I really want to visit some places that have very different cultures. Cultures I mean are like food, dress, buildings, historical places, language, etc. I don’t know when I will reach them,  but I am sure I will be there someday. Now, the only one I have to visit them is hope. Without hope, we won”t be able to do anything. With hope, we can do everything we want.

So, this is my top 3 of my dream places :

Mekkah-Madinah

makkah-paak-23

Why must 2 of them? Yeah, because they are witness where my prophet, Muhammad Shalallhu alaihi wa sallam was born. He was born in Mekkah. For these 2 places, it is related to my religion. I saw a lot of my friends have visited them two. The weather is very different with Indonesia. It is quite hot in the noon, but very cold in the night. It is different to me.

About the food, I think it is nice to try food in those two cities. Most of foods there are bread and meat. People there rarely consume vegetables. It is interesting I think. So, I pray to Allah to give me chance to visit them. Insya Allah

London

76709-640x360-houses-of-parliament-and-london-eye-on-thames-from-above-640

London is a one of the best modern city in the world. Thames River, Big Bang, and Buckingham Palace are little of interesting places in London. I think it is very nice to see people from different country and tribe. I also want to hear how British speak English. I am sure it will be different with English dialect from Asian people.

Beside that, I also want to see my Indonesia friends living there. it will be nice Indonesians in outside Indonesia. When I went to Singapore and Malaysia, Indonesians have very large number. So, I don”t feel lonely when I am in those 2 countries. But in London, I am sure I will be lonely. So, I need Indonesia friend to see.

China

forbidden-city

China is one of the economy giant in the world. China have a alot of natural resources that can be used to produce many products. The industries in China have developed more that in Indonesia, from the quantity and quality. I am interested with import export business. And you know, most of import export suppliers is coming from China. Even, Apple, the technology company in USA, create their components in China because the price is very cheap.

China has many fabulous places to visit like Great Wall, Rainbow Mountain, Forbidden City, etc. I am also interested in Chinese language. I like to listen when my Indonesian Chinese friends talk in Chinese language. It sounds funny for me, but it is interesting language. Ni hao, ni hao ma. Haha, I just can to speak little of Chinese language.

 

Those are my dream places. How about you? Share it..

Saya Bangga, karena Masa Itu Pernah Ada

Saya tak pernah bersedih karena berpisah sebentar lagi dengan bangku kuliah
Saya selalu bangga karena masa itu pernah ada

Mungkin itulah kata-kata yang pantas untuk diri saya sekarang. Jelang akhir kuliah, saya jadi makin galau. Mau pakai ijazah saya untuk melamar pekerjaan sana sini, atau mengembangkan bisnis yang sudah saya mulai. Melamar pekerjaan sepertinya menjanjikan. Dengan tertundanya wisuda kemarin, alhamdulillah saya jadi punya banyak wawasan tentang duni profesional. Saya jadi memiliki teman-teman yang bekerja di berbagai perusahaan besar dan instansi-instansi penting di dunia, terutama Indonesia.

1780739_10204076903114340_3853415770022893389_n

Tulisan ini mungkin juga merupakan isi hati para calon wisudawan, atau mantan calon wisudawan seperti saya ini. Betapa bingungnya seorang wisudawan melihat realita kehidupan setelah kehidupan kuliah selesai. Kehidupan kuliah yang serba nyaman, ditunjang wifi gratis, dan berbagai kenyamanan lain, kini berubah menjadi sebuah tantangan yang membuat fokus kita terkuras dan bayangan masa depan mulai bermunculan.

Dunia kuliah memang mengasyikkan, tapi kalau kelamaan ya ga mengasyikkan, tapi mengkhawatirkan. Dunia kerja di depan menjadi sangat kompleks dibandingkan kuliah. Konsekuensinya pun menjadi lebih besar di dunia kerja. Kalau kita di kuliah telat masuk kelas 10 menit, beberapa dosen masih mengijinkan masuk. Namun, di perusahaan atau instansi tertentu, keterlambatan 5 menit akan berujung SP alias Surat Peringatan dari atasan. SP 3 keluar, siap-siap ditendang. Seorang senior saya yang dulu kuliah biasa telat, ketika kerja langsung dipecat di hari ke-4 nya karena selalu terlambat walau hanya 5 menit. Di hari ke-4 ia bekerja, tertulis sesuatu di mejanya “KAMI TIDAK MEMBUTUHKAN ORANG SEPERTI ANDA”. Sebuah tamparan keras. Kerja 4 hari, dipecat tanpa gaji sedikit pun.

Sebaik-baik seorang sarjana adalah yang mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya nanti dan menjadi lebih bermanfaat. Menjadi sarjana membuat kita memiliki wawasan lebih tentang negeri ini. Menjadi sarjana tentu menjadi harapan bagi semua rakyat Indonesia. Mereka menunggu kontribusi kita untuk membantu mereka. Sungguh, mereka membutuhkan kita, apapun profesi kita nanti.

Kembali ke saya pribadi. Saya sepertinya akan memilih jalan berbisnis. Saya sepertinya tidak passion dengan jurusan saya kuliah, hahhaa. Saya sebenarnya senang denganjurusan saya ini, tapi yang bagian bisnis-bisnisnya aja. Kalau udah masalah hitung-hitungan eksak, program komputer, dan sejenisnya, ampun gan. Dengan dukungan orang tua, saya takkan menyesali keputusan saya. Saya pasrahkan semua kepada Allah tentang jalan yang saya pilih. Saya yakin Allah akan bukakan jalannya untuk saya dan teman-teman semua. Ketika kita bermimpi mendapat 30, kita wajib berusaha keras. Kalaupun hasil kita baru 10, serahkan 20 nya kepada Allah. Biar Dia yang mengurus sisanya.

10708487_10201757086249211_509850350507883724_o

Maka, jangan menyesali keputusan-keputusan yang kawan-kawan pilih. Kalian telah memilih jalan hidup masing-masing. Semua ada hikmah di baliknya. Teman saya bahkan ada yang putus kuliah gara-gara harus merawat ibunya yang kanker di kota asalnya sana, dan alhamdulillah dia bisa membantu biaya perawatan ibunya. Setiap orang punya jalan yang berbeda. Ketika kita bekerja di sebuah perusahaan bonafit, jangan anggap diri kita lebih baik daripada teman kita yang putus kuliah seperti contoh teman saya di atas. Kita takkan pernah tahu apa yang direncanakan Allah. Berikan usaha terbaikmu, serahkan hasilnya pada Allah.

 Bersama kalian, kawan-kawan kuliah, mari kejar mimpi kita masing-masing. Saya tentu ingin saat reuni lagi mendengar cerita-cerita seru kalian di dunia kalian setelah bangku kuliah. Saya tak sedih akan berpisah dengan bangku kuliah sebentar lagi dan masuk dunia pekerjaan atau bisnis. Saya bangga, karena masa itu pernah ada.

See you on top

 

Belum Mapan (1)

Belum mapan. Mungkin itu yang saya alami sambil menunggu kelulusan yang terus tertunda, apalagi tertundanya gara-gara 1 SKS. Sembari menunggu kelulusan, saya menjalankan sebuah bisnis, lebih tepatnya melanjutkan bisnis saya sekitar 2 tahun lalu di bidang konveksi baju. Lumayan hasilnya untuk makan dan keperluan sehari-hari sih. Alhamdulillah. Tapi, tentu harus ada peningkatan dari hari ke hari.

Saya merasa belum mapan sekarang. Karena apa? Penghasilan saya via bisnis ini memang bisa dikatakan belum stabil, kadang tinggi, kadang rendah banget. DI satu waktu, hasilnya banyak, di waktu lain sepi. Mungkin ini namanya bisnis. Kita tak pernah tahu rezeki dari Allah yang diperuntukkan bagi kita. Namun, kita wajib berusaha untuk mendapatkannya. Nah, kalau dilihat dari fase dalam berbisnis (menurut para ahli), saya ini udah bisa dibilang masuk fase 2.

What would you do if you won the lottery?

 

Fase 1 bisnis adalah ketika kita memulai bisnis itu dari nol, alias membuka usaha kita sendiri. Dari titik itu, biasanya sang founder akan bekerja sangat keras untuk bisa mendpaat klien atau pelanggan. Ia bahkan harus rela hujan-hujan dan kepanasa demi melayani pelanggan. Dan mungkin sudah hukumnya, fase 1 ini penuh dengan hal-hal yang tidak diprediksi ketika belum berbisnis. Keuntungan kadang harus dikorbankan demi mengatasi masalah sana-sini yang kita belum mengerti medan. Di fase ini, kekutan mental kita diuji apakah ingin terus atau tidak dalam bisnis itu.

Fase 2 bisnis adalah ketika kita sudah mulai mendapat titik cerah setelah sekian lama kita menembus terowongan gelap bisnis kita. Kita mulai sedikit demi sedikit mendapat penghasilan yang mulai stabil walau kadang juga labil. Di fase ini, biasanya kita sudah mulai mampu mencukupi kebutuhan primer kita seperti papan, sandang, dan pangan. Kita mulai bisa bayar makan sendiri, bayar kos/kontrakan sendiri, beli baju sendiri, dan lain-lain. Fase ini adalah fase dimana para pengusaha harus memutar otak lagi untuk meningkatkan penghasilan setelah perlahan penghasilannya stabil, namun baru mencukupi kebutuhan primer. Disinilah perlu langkah-langkah strategis untuk meningkatkan penghasilan.

wave-goodbye-to-the-worries-of-earning-extra-money-online

Fase 3 bisnis adalah ketika bisnis mulai meningkat tajam dan memberi banyak penghasilan. Kebutuhan primer sudah pasti bisa dipenuhi. DI dalam fase ini, para pengusahha mulai berpikir kebutuhan sekunder dan tersier, mulai perabot rumah tangga, motor baru, mobil baru, dan lain-lain. Dengan berbagai langkah terobosan, kita sudah berada di titik yang membuat kita nyaman dan tidak terlalu bekerja terlalu keras seperti dulu. Sudah ada tenaga-tenaga yang menjalankan bisnis kita.

Fase 4 bisnis adalah fase kemunduran. Tidak selamanya bisnis ini langgeng dan awet. Tuntutan zaman membuat para pebisnis memikirkan solusi dari permasalahan tuntutan zaman. Zaman berubah, maka pola pikir pebisnis berubah menyesuaikan pasar. Zaman digital ini, semua pelayanan bisa lewat online dan tanpa tatap muka. Bayangkan jika dulu dimana untuk membangun bisnis harus saling bertemu walau itu harus menempuh hujan atau badai. Sekarang, kita bisa tinggal duduk di kamar sambil pesan barang ini itu. Perlu inovasi agar bisnis kita tidak mundur.

office-lighting-166

So, di tengah kebelummapanan ini, saya yakin akan segera masuk fase 3. Segerakan, karena sudah banyak orang di depan saya yang menunggu.

Fanatisme Almamater

Almamater selalu menjadi kebanggan bagi siapapun. Siapa sih yang gak bangga jadi alumni suatu sekolah atau kampus. Almamater bahkan menjadi salah satu pertimbangan dalam masuk dunia kerja, walau tidak 100% selalu begitu. Namun, agaknya kita harus mulai mengurangi rasa bangga berlebihan kepada almamater. Bangga boleh, tapi jangan fanatik, apalagi ekstrimis kepada almamaternya, hehe.

kemeja-ftif

Tulisan ini saya buat setelah menjalani perkuliahan dan sudah sampai ujung jalan ini. Saya melihat dan menengok ke adik-adik angkatan bawah saya, wah sudah tua sekali saya ini hehe. Saya jadi ketawa sendiri mengingat masa-masa awal kuliah dulu dimana sang senior selalu melancarkan paham fanatisme jurusan, fakultas, sampai organisasi. Terutama jurusan. Pernah suatu ketika (tak perlu saya sebutkan jurusannya, anak UGM pasti ngerti), 2 jurusan dari 2 fakultas yang berbeda selalu riut kalau suporteran bola, futsal, basket, sampe bekel (hala mas mas). Saking serunya rivalitas kedua kubu, dulu pernah ada cerita jurusan A main ke jurusan B esok setelah ribut suporteran bola, dan suporter jurusan A bawa alat-alat tajam macam pedang, pisau dan lain-lain. Wah ngeri sekali ya. Untung pihak kampus berhasil mengamankan mereka lebih dahulu.

Lalu, juga ada cerita, di fakultas A di kampus sebelah (ga perlu saya sebut jurusannya lagi ya), ada beberapa jurusan yang tidak sepaham dengan pola pikir BEM fakultas, entah dari mananya saya juga kurang paham. Intinya, KM/HM dari jurusan itu semacam membuat aliansi terselubung yang terdiri dari gabungan dari KM/HM mereka. Pas ada kampanye calon ketua BEM fakultas di jurusan-jurusan itu, selalu para calon ketua “disemprot” habis-habisan. Disemprot secara subjektif menurut cara pandang mereka.

dsc_3100-600x400

Dan tentu yang paling lucu saat ospek fakultas X beberapa tahun lalu, saya gak ingat persis, ada suatu fakultas di kampus saya (gak usah saya sebut lagi ya fakultasnya hahaha) lagi ngadain ospek fakultas untuk maba fakultas itu. Pas pembentukan panitia, ada masalah yang sebenarnya kecil, tapi dibuat besar oleh KM/HM tertentu yang tidak puas dengan pembentukan panitia. Tahu tidak apa masalahnya? Cuma gara-gara koordinator komisi disiplin (komdis), yang bagian marah-marah gak jelas (maaf saya katain gak jelas, karena emang isinya marahnya kosong, gak mutu), bukan dari jurusan itu. Bahkan, mereka mengancam gak akan mengirim perwakilan di komdis kalau koornya bukan dari jurusan mereka. Jurusan itu dikenal sebagai langganan untuk koordinator komdis karena dianggap ospek jurusannya yang paling keras (beberapa senior ada yang menyebutnya paling berkesan), jadi dianggap cocok. Wah, saya ketawa sekali itu mendengar kasus itu. Benar-benar fanatik, udah cenderung ekstrimis.

Maka dari itu, adik-adik angkatanku tercinta, dari kampus mana pun, buang jauh-jauh kata-kata seniormu yang menyebut jurusanmu itu yang paling unggul di kampusmu, atau bahkan mngkin paling unggul di negara ini. Buang ungkapan gombal itu. Banggalah dengan jurusan kamu belajar, tapi jangan fanatis. Ketika kamu jadi perwakilan KM/HM jurusanmu di fakultas atau universitas, jangan mau menang ego sendiri, sampai menganggap jurusan lain di bawah. Pun kalau suporteran. Kalau pun harus gojlok-gojlokan (bingung bahas Indonesianya) pas suporteran, ya udah, gojlok-gojolokan nya dihabisin pas peluit akhir pertandingan selesai. Mbok sering-sering nonton Lig Inggris, pas pertandingan, suporter kedua tim ejek-ejekan. Tapi pas udah selesai pertandingan, ya udah, jadi teman lagi. Jiwa-jiwa muda kalian itu sayang dek kalau harus  bonyok, luka, sampai cedera gara-gara bentrok suporteran di kampus. Pemainnya aja gapapa, eh suporternya yang bonyok. Kan gak lucu, mahasiswa lagi.

suporter-psm-dibusur_20150926_201823

Bangga bukan berarti harus fanatik. Kalau kamu masih fanatik dengan almamatermu, siap-siap untuk hidup sendiri di dunia ini haha. Kenapa sih kita gak boleh fanatik almamater? Karena fanatisme emang gak bagus dimana-mana, mulai almamater, agama, pola pikir, dan lain-lain. Sebagai penutup, ada anekdot yang semoga menghancurkan fanatisme kamu terhadap almamater, sehingga nanti kamu bisa lebih terbuka dan bisa hidup berdampingan dengan teman-teman dari beda almamater. Anekdot ini tentang nilai kuliah, A, B, sampai E terhadap jodoh yang didapat. Berikut analisisnya:

E : dapat jodoh sejurusan dan seangkatan
D: dapat jodoh sejurusan, tapi beda angkatan
C: dapat jodoh se fakultas
B: dapat jodoh se universitas
A: dapat jodoh dari beda kampus

Sekian. Salam anti fanatisme…