1 April, Saya Resmi Dapat Warisan

Besok, tanggal 1 April 2016, hari yang mungkin yang akan menjadi hari yang paling yang saya ingat. Esok hari, saya resmi menjadi pewaris Hotel Djagalan Raya, Surabaya (enak dong, eh tunggu dulu). Saya dan sepupu saya dapat amanah meneruskan hotel ini mulai esok hari. Bagaimanapun, ketika amanah datang, jangan ditolak.

Mungkin kamu berpikir kalau saya enak dapat warisan hotel. Tunggu dulu. Saya ini malah sebenarnya susah dan sedih dapat hotel ini. Kalau dijual, bisa sih tembus 10 M. Masalahnya, karena beberapa masalah di pengurus lama, mereka mewariskan kami utang ke bank 800 juta !!! Edan bin gila bin sadis. Utang itu berlum termasuk bunga banknya. Saya sih sedih denger utang hotel ini sampai segini. Seakan terkesan melepas tanggung jawab dengan alih-alih sudah waktunya ganti pengurus.

109471093-currency-is-seen-in-this-january-30-2001-image-afp-crop_-promo-mediumlarge

Saya sih senang sebenarnya. Saya menganggap ini tantangan bagi saya. Karena saya masih dalam tahap startup bisnis juga, mungkin ini sarana latihan untuk saya buat naik level secara cepat. Serius. Pertama, saya memang dipenuhi pikiran negatif. Utang 800 juta, pakai riba pula, sungguh sangat menyulitkan pengurusnya, apalagi pengurus baru yang tiba-tiba diwarisi utang gara-gara (maaf) kecerobohan pengurus sebelumnya. Namun, apalah dikata. Ini sudah terjadi.

Ketika saya membaca laporan keuangan hotel, sungguh buruk nian ini hotel penanganannya. Okupansi alias keterisisan kamar rata-rata 40-50% per bulan. Sebenarnya itu pun sudah untung, walau ga banyak amat. Tapi yang bikin ngenes adalah utang itu tadi. Sebagai sebuah perusahaan, kalau mau menambah kapasitas, tentu harus melihat permintaan. Kalau penjualan udah 100% tapi masih belum cukup memenuhi kebutuhan, maka baru ekspansi. Jangan penjualan baru 50%, langsung minta ekspansi. Itu kayak orang baru aja buka warung soto di pinggir jalan, tiba-tiba pengen beli bangunan mewah untuk warung sotonya. Belum, ada tahap-tahap yang harus dilalui.

Dari sini, saya dapat pelajaran penting. Yang paling tentu jangan sampai terjerat dalam riba, termasuk dalam hal ini pinjaman berbunga dari bank. Sungguh ini memberatkan peminjam, menghilangkan keberkahan, dan merenggangkan silaturahim. Utang segitu sudah pasti bikin geger saudara-saudara yang sebelumnya akur. Tidak salah jika Allah itu menyuburkan sedekah, dan membinasakan riba. Sudah terlalu banyak contoh di kehidupan sehari-hari.

hope-in-focus-1

Rasanya saya tak perlu mengorek-ngorek kesalahan pengurus lama. Biarlah berlalu. Menjaga perasaan saudara itu lebih penting. Kalau kami berhasil, semua karena takdir Allah. Kalau gagal, Allah punya rencana lebih baik dibanding hotel ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s