Bisnis Sepi, Mungkin Ini Cara Tuhan Menguji Kita

Bisnis selalu menjadi hal yang kadang tidak bisa diprediksi. Bisa saja ramai, bisa saja sepi. Atau bisa ramai terus, atau sepi terus. Hal ini bergantung pada banyak hal. Pada tulisan ini saya ingin berbagi perasaan saya beberapa hari ini yang menghinggapi hati saya. Sayang sekali kalau tidak bisa berbagi, alias curhat kepada kamu semua.

yusuf-_-_-_-_

Teman-teman tahu kan bisnis saya? Yah, bisnis konveksi baju. Saya baru serius membangunnya sekitar setahun lalu. Bisa dibilang, ini hampir mendekati setahun saya serius dengan bisnis ini. Dengan model mitra dengan banyak penjahit, saya bisa menerima orderan yang lumayan. Beberapa bulan terakhir, kelihatannya pemasukan mulai stabil. Walau terhitung belum banyak, tapi cukup layak untuk seorang yang belum lulus kuliah dan bisa makan dari uang hasil kerja sendiri.

Namun, kini sudah tanggal 4 Maret 2016. Entah mengapa, orderan bulan ini masih 0. Terhitung sejak pertegahan Februari, orderan nol alias tidak ada orderan. Padahal, jujur saya lagi butuh tambahan uang untuk ke Singapura tengah bulan ini, hehehe. Yah begini ini bisnis. Beberapa bulan lalu kelihatannya mulai stabil, tapi kini malah sepi. Padahal, seperti biasa, saya selalu menulis terget-target saya biat tidak lupa. Misal, saya pengen bulan Maret ini saya bisa produksi 1000 pcs baju. Alias, ada 1000 pcs baju yang saya produksi bulan ini. Namun, sampai sekarang, masih nol besar.

Saya jujur mulai berpikir aneh-aneh. Apa harus berganti bisnis, karena hasilnya cukup sbeenarnya untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi, untuk kebutuhan berkeluarga nanti (sabar ya kamu..), rasanya belum cukup. Memang, berkeluarga tak butuh syarat penghasilan tertentu. Namun, alangkah baiknya walau penghasilan belum besar, namun bisa layak untuk menghidupi keluarga baru nanti. Itulah yang saya kejar. Dengan penghasilan saya sekarang, jujur saya belum bia menabung banyak, bahkan bisa dianggap pas untuk kebutuhan sehari-hari.

1621929_612256505515897_120779431_n

Mungkin cara Allah menguji hambaNya yang sedagn bermimpi besar ini. Mungkin ini caraNya menunjukkan kuasaNya kalau rezeki benar-benar Dia yang mengatur. Benar juga, kadang hidup kita harus merasakan di bawah. Supaya apa? Supaya kita bisa merasakan kenikmatan yang jauh lebih besar ketika kita sudah di atas nanti. Saya bukan gagal, namun belum berhasil. Lebih beruntung lagi, saya belum berhasilnya ketika masih mahasiswa. Sehingga saya masih punya banyak waktu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam cara bisnis saya.

Ketika seseorang merasa penghasilannya kurang, bukan berarti dia tidak bersyukur. Bisa jadi ia merasa belum bisa banyak berbagi dengan orang-orang sekitarnya lebih banyak seperti orang lain lakukan. Bersabarlah dan terus berusahalah. Kalau kata banyak orang nyumbang sedikit aja asal ikhlas, kalau saya, ya mending banyak dan ikhlas. Masjid-masjid kalau sedikit dan ikhlas, tentu akan selesai. Tapi lama kan? Lebih baik banyak dan ikhlas, lebih cepat dan lebih barokah.

melaka-medan-portugis-square-coast

Hidup ini hanya mencari ridho Ilahi. Yakinlah bahwa Allah lah Sang Pengatur Rezeki. Semoga Allah lancarkan rezeki kita selalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s