Thanks AIESEC UNS !!!

Hari Sabut, 20 Februari 2016, untuk kesekian kalinya jadi pembicara, tapi untuk pertama kalinya saya jadi pembicara di luar kampus saya, Universtas Gadjah Mada. Tepatnya di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Diundang oleh AIESEC cabang UNS menjadi suatu kebanggaan, tapi juga pelajaran bagi saya untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Saya didapuk menjadi pembicara sebagai seorang mahasiswa wirausahawan yang dibilang “sukses”, padahal saya ini belum ada sukses-suksesnya loh. Gitu menurut saya.

Tapi, mungkin yang ada dalam pikiran saya adalah saya sudah berani melangkah untuk menjadi mandiri melalui wirausaha, walaupun banyak sekali terjatuh dan masalah yang saya hadapi. Bukankah 1000 langkah itu selalu dimulai dengan langkah pertama? Yap, begitulah mungkin yang saya pikirkan. Memulai wirausaha itu tidak mudah. Saya selalu ingat pesan dari kakak angkatan saya “Kalau kamu takut berbisnis, maka kamu masih normal”. Memang bener itu. Saat teman-teman kita nyaman bisa kuliah pulang tanpa repot-repot memikirkan biaya hidupnya, kita malah repot-repot mikirin biaya hidup kita sendiri. Haha..

Jadi, perjalanan penuh warna hari itu dimulai dari Jogja jam setengah 6 pagi karena saya ingin ngejar prameks ke Solo jam setengah 6. Selama di prameks, saya masih bingung mau ngapain nanti. Emang udah dikirim sih materinya, cuma saya masih bingung dalam penyampaiannya harus seperti apa. Well, perjalanan terus berlanjut hingga Solo Balapan. Saya dijemput Adit, salah satu panitia acara tersebut. Solo pagi itu masih sepi, mungkin aroma weekend sudah terasa pagi itu.

universitas_negeri_sebelas_maret_surakarta_18

Sampai di UNS, tepatnya di gedung LPPM UNS. acara dihelat lantai 4. Ketemulah saya dengan panitia acara tersebut, terutama dengan ketua pelaksananya, Keke, yang tidak lain adalah adik kelas saya sendiri pas SMA di Malang. Kami ngobrol ngalor ngidul lama sekali membicarakan banyak hal terutama yang berbau Malang. Maklum, kalau ketemu teman sedaerah asal emang selalu begini ceritanya. Saya juga ketemu Mas Miftah, pembicara satu lagi, founder dari Cangwit Solo, sebuah ruang publik penuh kreatifitas yang terkenal. Saya juga banyak ngobrol dengan dia lama sekali, apalagi setelah tahu bahwa ia kuliah S-2 di UGM.

Hal paling mengejutkan hari itu adlaah ketika acara sambutan dimulai. Tiba-tiba muncul seorang sahabat lama saya, Mushammad Husni Ibrahim, yang tidak lain adalah teman SMA saya juga. Dia datang sebagai perwakilan AIESEC Indonesia. Keren kan? Saya kaget begitu dia muncul di depan saya. Hari itu benar-benar jadi reuni SMANTI di UNS, saya, Keke, dan Husni. Saya dan Husni sudah 5 tahun gak pernah ketemu. Sekali ketemu, dia udh keren banget, mewakili AIESEC Indonesia.

12744289_1158373984187828_2765065550494370434_n

Saat acara seminar berlangsung, yah seperti biasa. Saya dan Mas Miftah menyampaikan materi saya seperti biasa sesuai yang kami inginkan. Sesekali kami bikin ice breaking biar tidak tegang. Acara pun ditutup dengan penyerahan plakat dari panitia. By the way, ini adalah plakat paling bagus yang pernah saya dapat, hehhe. Sayangnya, Husni sudah bertolak ke Jakarta lagi sebelum seminar selesai. Walau cuma sebentar, mantep banget bisa ketemu Husni. Sampai ketemu lagi kawan.

Terima kasih AIESEC UNS, semoga materinya bermanfaat. Saya juga masih belajar loh sebagai wirausaha. Mohon doanya …

GRACIAS, AIESEC UNS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s