Amankah Orang Lain dari Perilaku Kita?

Menjadi muslim yang baik itu tidak mudah. Sebaik-baik muslim tentu Rasulullah SAW, lalu para sahabat, tabi’in dan tabi’in tabi’in. Namun, tidak salah jika ingin menjadi muslim yang baik seperti yang dicontohkan Rasulullah. Rasulullah begitu banyak menunjukkan akhlak-akhlak mulia seorang muslim yang tentu harus dimiliki oleh setiap muslim.

Salah satu akhlak yang dicontohkan Rasulullah adalah orang lain merasa aman dari perilaku dan lisan kita. Kok begitu. Sebagaimana sabda Rasulullah:

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

Dan dalam riwayat Tirmidzi dan An Nasa’i,

و المؤمن من أمنة الناس على دمائهم و أموالهم

“Seorang mu’min (yang sempurna) yaitu orang yang manusia merasa aman darah mereka dan harta mereka dari gangguannya.”

Dan tambahan dalam riwayat lain,

و المجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله

“Dan yang disebut dengan orang yang berjihad adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah .”

Maka, sudah sepantasnya perilaku kita ini membuat orang lain aman. Jangan sampai kita ini termasuk orang yang membuat saudara muslim kita yang lain merasa tidak aman, bahkan merasa risih ketika berdekatan, atau bahkan ketika baru terdengar nama kita. Maka, janganlah kita ini mudah marah, mudah tersinggung, dan sejenisnya. Jangan juga kita sebagai sesama muslim gampang terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar.

Jangan sampai ribut di media sosial membuat kita renggang di dunia nyata. Kita juga introspeksi apakah chat-chat dan status-status kita di media sosial membuat saudara muslim kita aman dari perilaku dan lisan kita. Jangan kita gampang marah, apalagi gara-gara hal sepele yang membuat saudara muslim kita enggan berdekatan dengan kita.

Gampang marah merupakan akhlak tercela yang sangat dibenci Nabi Muhammad. Bahkan, ketika seorang sahabat meminta nasihat, beliau mengulangi perintahnya, “Laa taghdhob” artinya jangan kamu marah, hingga 3 kali, menunjukkan pentingnya perkara tersebut.

Kamu masih gampang marah, gampang tersinggung cuma gara-gara guyonan di media sosial? Jangan gampang marah ya. Jadikan orang lain aman ketika berada di dekat kita..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s