Cintai Pekerjaanmu, Bukan Kantormu

Kesibukan akan pekerjaan memang kadang membuat kita asyik. Kesibukan akan pekerjaan menandakan bahwa kita bisa membuat waktu kita menjadi lebih produktif. Bahkan, kesibukan kerja biasanya menjadi salah satu indikator seseorang dianggap mampu secara finansial untuk menghidupi dirinya sendiri.

office-lighting-166

Yang perlu diingat adalah bahwa hidup kita ini bukan hanya soal pekerjaan. Hidup kita bukan soal pekerjaan, posisi, gaji, klien, dan urusan-urusan kantor lainnya. Seorang profesor pernah mengibaratkan sebuah wadah yang diisi bola tenis, lalu dia berujar kepada muridnya, “Apakah ini sudah penuh?”. Muridnya menjawab kalau itu sudah penuh. Lalu profesor menambahkan pasir hingga menutupi celah-ceah di antara bola-bola tenis. “Apakah sudah penuh?”, tanyanya lagi. Kali ini para murid lebih mantap menjawab kalau itu sudah penuh. Lalu, sang profesor memasukkan coklat cair dan merembes di antara celah-celah pasir hingga hampir tumpah. “Apa sudah penuh?”, tanya profesor lagi. Kini, murid-muridnya bimbang. “Ini sudah penuh. Ini menunjukkan kehidupan kita. Bola tenis adalah hal-hal penting dalam hidup kita yang tidak bisa digantikan seperti keluarga, kebahagiaan, dan agama. Lalu, pasir ini bagaikan pelengkap hidup kita seperti uang, mobil, kekayaan, aset, dan lain-lain”,kata profesor. “Lalu coklatnya, Prof?”. “Ya coklatnya adalah sesekali cobalah minum coklat, hidupmu akan terasa lebih bahagia”.  Sebuah pesan mendalam bagi kita.

Pulanglah kantormu tepat waktu. Jangan tunda kepulanganmu. Ada yang menunggumu di rumah. Ada anak istrimu yang menunggumu di rumah sambil menonton TV dan makan kue. Jangan jadikan pekerjaanmu menjadi satu-satunya kehidupanmu. Betapa banyak orang yang memiliki karier tinggi, namun ujung-ujungnya bunuh diri karena mereka tidak memedulikan keluarga dan kebahagiaan batin mereka. Orientasi mereka hanya kantor, klien, gaji, dan jabatan. Pergilah rekreasi, jalan-jalanlah bersama keluargamu, mainlah dengan teman-temanmu, sapalah tetangga-tetanggamu, datangilah tempat-tempat ibadahmu, sungguh hidupmu akan jauh lebih bahagia.

aa-happy-people-2

Jikalau memang harus lembur, jangan jadikan itu menjadi suatu kebiasaan. Jika itu kebiasaan, yakinlah itu pertanda bahwa kamu belum mampu mengatur waktumu di kantor dengan baik. Jadilah orang yang mampu mengatur waktu dengan baik. Khusus para wanita, calon-calon ibu anak-anaknya, jangan gampang-gampang meninggalkan anak-anakmu hanya demi pekerjaan. Anak-anakmu tentu lebih layak diasuh oleh seseorang yang melahirkannya. Janganlah engkau merepotkan orang tuamu lagi untuk mengurus anak-anakmu. Engkau adalah sumber kebahagiaan di dalam keluarga, penyejuk mata suami dan sekolah pertama anak-anakmu.

Pulanglah kantor tepat waktu. Ada yang menunggumu untuk diajak rekreasi dan jalan-jalan. Hiduplah dengan bahagia.

family

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s