Syukuri Hujanmu

Hujan di luar sore ini lebat sekali. Kenikmatan tiada tara. Beribu malaikat turun menurunkan rahmat dari Sang Penguasa Langit berupa air yang membuat makhluk-makhluk di bumi mendapat nikmat air bersih gratis untuk kesekian kalinya. Betap cinta Sang Penguasa Langit kepada kita. Dia memang Penguasa, tapi ia tak pernah sok berkuasa, mendholimi makhluknya, karena makhluknya mau tunduk atau ingkar, itu sama sekali tak mempengaruhi kekuasaannya di jagat raya ini.

053704900_1421744077-hujan

Yah, aktivitas akademik dan lainnya secara tidak resmi berakhir di Jumat sore ini. Jumat yang berkah dan ditunggu-tunggu para mahasiswa dan karyawan kantor untuk segera menyambut akhir pekan. Akhir pekan? Memang mau kemana kita akhir pekan? Hanya diri kita yang bisa menjawab

Hujan lebat ini menandakan sesuatu, juga menyampaikan sesuatu. Hujan menandakan bahwa kita masih disayang Sang Pemberi Hujan. Kadang kita banyak mengeluh ketika panas terik melanda, kenapa ini tidak hujan-hujan. Lalu, ketika hujan datang, kita masih mengeluh lagi, wah sial jemuran gak kering-kering ini, wah banjir lagi ini, dan sebagainya. Padahal, Dia selalu mengingatkan, “A antum anzaltumuuha minal munzi am nahnul munziluun” – “Apakah kalian yang menurunkannya (hujan) dari awan atau kami (Allah) yang menurunkannya?” . Sudahlah, terlalu banyak hikmah di balik sebuah hujan.

Janganlah kita cerca hujan yang datang ini. Tahukah kalian penduduk bumi di gurun pasir Atacama, Chile, merindukan hujan selama 400 tahun. Penantian yang begitu panjang hingga 5-6 generasi demi setitik air hujan. Berbahagialah jika hujan turun. Sungguh terlalu banyak nikmat di dalam sebuah hujan. Air dari awan mengalir ke dalam tanah, membuat tanaman memiliki sumber air cukup untuk berfotosintesis, lalu kita menghirup oksigen darinya gratis. Betapa mulia hujan ini kawan.

Hujan ini juga membawa perasaan seseorang kepada seseorang lainnya. Hujan mengingatkan momen-momen indah dulu yang pernah mereka lalui bersama, atau mungkin momen-momen indah yang bakal mereka lalui bersama nanti. Hujan menimbulkan harapan, membangkitkan harapan yang sudah mati di dalam hati seseorang.

hope-in-focus-1

Hujan ini juga menjadi senjata ampuh untuk beristirahat. Mengistirahatkan pikiran dan raga yang mungkin sudah lelah di ujung hari. Mengingatkan pikiran kita pada orang-orang yang kita cintai. Mengingatkan kita pada tujuan-tujuan yang belum tercapai. Mengingatkan kita akan mimpi-mimpi yang masih dikejar. Jangan kau cerca hujanmu, syukuri saja hujanmu. Kalau kau punya ratusan alasan untuk mencerca hujan, pikirkan lagi, kau pasti punya sejuta alasan untuk mensyukuri hujan.

Ditulis di:

Kantor baru Texco Konveksi, Pogung Lor RT 07 RW 47 No 756, Sleman, Yogyakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s