Midnight Inspiration

Malam ini, seperti biasa, relax time selalu saya isi dengan nonton film. Kali ini film Marco Polo  1, tentang kekejaman dinasti Khan dari Mongol terhadap bangsa Cina dahulu kala. Lucunya, film ini cuma setengah jam. Jadi agak kaget pas lihat kok cepet banget ending nya. Tapi, saya seperti menemukan seseorang yang spesial. Persis setelah film Marco Polo usai..

relax-blocks

Relax Time

Menu malam ini setelah Marco Polo tertuju pada akun FB yang seharian tak dibuka. Ternyata, muncullah link sebuah blog seseorang yang entah kenapa masih saya kagumi sampai detik ini. Tulisannya ternyata inspiring, pake banget. Kalian tahu kan apa arti inspiring ? Pokoknya, sesuatu bisa membangkitkan spirit dalam diri kita setelah melihat, mendengar, membaca, dan berinteraksi dengan sesuatu itu, that’s inspiring.

iw-760x430

Inspring Woman, Always..

Saya masih terngiang kata-kata seorang ulama, kurang lebih begini: “Ikatlah amal dengan ilmu. Dan ikatlah ilmu itu dengan menulis” . Malam ini, saya benar-benar inspired oleh tulisan seseorang tadi. Saya jelas sekali mengenalnya dengan baik. Bahkan, rumahnya pun saya tahu. Sebut saja seseorang itu Siska. Lho kok cewek? Lha emang yang saya kagumi cewek. Cewek hebat, shalihah, cerdas gak karuan, tapi lembutnya minta ampun, ramahnya gak karuan, rajin menabung, tidak boros, dan impian semua lelaki.

Tulisannya benar-benar menggetarkan hati saya yang masih penuh maksiat dosa ini. Astaghfirullah. Tulisannya menohok hati saya sampai lubuk paling dalam. Tulisan Siska ternyata sudah banyak di akun blog pribadinya. Dia banyak sekali membahas pentingnya syukur dalam hidup ini, pentingnya kita selalu takut pada Allah di setiap saat dan setiap waktu, hingga tulisan mengenai liburan-liburannya.

Artikel paling inspiring sekaligus hampir menjatuhkan air mata saya, ketika si Siska membahas tentang betapa ia rindu sekali dengan ibunya di rumah. Statusnya sebagai anak perantauan membuatnya jauh dari ibu tercintanya. Ia ternyata sering sekali curhat, cerita, atau ngomong ngalor ngidul dengan ibunya. Setiap ada masalah, ibunya yang jadi sasaran curhatnya. Disini saya merasa malu. Malu karena saya belum bisa sampai segininya ke ibu saya sendiri, cerita-cerita masalah pribadi dan super sensitif.

41nzajhopzl-_sy344_bo1204203200_

Love  Your Mommy

Saya cuma membayangkan si Siska ini ketika ketemu ibunya pas pulang kampung. Pasti, ibunya kangen berat, begitu juga dengannya. Kedekatan ibu dan anak memang menjadi perekat yang sangat kuat. Sejauh apapun jarak memisahkan, sebanyak apapun halangan, sekuat apapun kita menahan rindu, rindu ibu selalu jadi jalan pulang anaknya. Rindu ibu akan selalu menjadi jalan kembali anak-anaknya yang mungkin pernah gagal, frustrasi, bermasalah di kehidupannya.

Tulisan-tulisannya yang lain juga berbobot. Ah, bandingkan dengan saya yang baru belajar nulis. Hampir semua tulisannya berbobot, menunjukkan kecerdasan luar biasa, dan juga menunjukkan kematangan dan kedewasaan yang sudah begitu tinggi. Bahkan, saya pun kalah, dari sisi apapun, kecerdasan, kematangan,kedewasaan, dan IPK. Sudah-sudah, saya tak mau membahas IPK disini. Sudah jadi rahasia umum IPK saya.

Terakhir di malam ini, saya jadi teringat biografi Syaikh Sudais, imam besar Masjidil Haram. Dalam kisahnya, beliau bercerita bahwa ibunya selalu mendoakan yang baik walau beliau waktu kecil nakalnya minta ampun. Puncak dari kenakalan beliau adalah ketika ibu beliau menyiapakn makanan untuk tamu, lalu beliau, Sudais kecil, menaburkan pasir di atas makanan itu. Spontan, ibunya bereaksi. Namun, jangan bayangkan reaksi ibu beliau seperti yang kita bayangkan, misal “Waduh le nakal tenan kowe iki. Awas yo”. Atau mungkin “Kowe ini anake sopo toh kok nakal tenan” (sinetron mode on). Tapi, inilah kata-kata yang keluar dari mulut ibu Syeikh Sudais, kurang lebih artinya “Awas ya kamu kalau nanti jadi Imam Masjidil Haram”. Sejak detik itu, pikiran Sudais kecil berubah, Imam Masjdil Haram ya. Belajarlah beliau kepada para ulama dan sekarang beliau benar-benar menjadi imam Masjidil Haram.

syaikh-abdul-rahman-al-sudais

Syeikh Sudais, Selalu Didoakan Ibunya

Ibu saya kurang lebih punya kebiasaan sama dengan ibu Syeikh Sudais, selalu berkata baik walau saya ini nakalnya minta ampun. Terutama, ketika lagi cerita masalah-masalah di kuliah ini, selalu ada celetukan, “Itu temenmu Siska gimana kabarnya? Kok nggak pernah ada kabar”. Atau yang sejenisnya, “Siska udah punya pacar belum? Kamu juga belum kan” . Saya tahu, ini kode, entah dari kapan ini berlangsung sampai sekarang, dan tentu saya selalu terngiang nama Siska.

Malam ini, mungkin doa ibu saya terkabul. Saya entah kenapa yakin sekali. Akankah ini berakhir indah? Hanya Allah yang tahu.

Yaa Muqollibal Qulub, Tsabbits Qalbii ‘Ala Diinik…

Pogung Baru, Sleman, Yogyakarta (6/2/2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s