Lika Liku Bisnis, Fiiuhh…

Bisnis konveksi baju yang saya jalani secara ototdidak mulai tahun 2013 akhir, atau yang mulai serius sejak 2015, mendapat beberapa ujian. Ujian yang tidak mudah tentunya. Ujian yang menguji kekuatan dan kesabaran saya untuk mengembangkan bisnis itu. Cuma satu kata untuk menggambarkannya, fiuhhh…

office-lighting-166

Siapa bilang memulai bisnis konveksi baju itu mudah? Tidak segampang yang dibayangkan. Apalagi kalau belum lama memulai, pasti ada beberapa halangan yang menghalangi. Ketika memulai, saya tentu bekerjasama dengan para penjahit yang sudah berpengalaman, karena saya sendiri gak bisa jahit baju. Pernah sih sekali jahit celana, hasilnya lumayan. Lumayan ancur

Jadi, saya pengen cerita yang fase serius aja. Fase sebelum fase serius dilupain aja, karena kamu emang pengennya diseriusin kan ? (loh, salah fokus…). Dulu pas masuk fase serius, saya resign (ciee resign) dari unit bisnis yang sebelumnya saya bikin bareng teman saya. Intinya, saya pengen mengatur semuanya sendiri. Tujuannya apa? Ya biar profitnya gak dibagi 2, bisa diambil sendiri. Biar bisa nabung buat kamu juga loh..

Ketika itu adalah fase terberat di dalam hidup saya, di tahun 2014 akhir saat memutuskan untuk berpisah dengan teman saya. Pisahnya baik-baik dong tentunya. Lalu, saat itu, saya berpikir harus memulai brand saya sendiri. Juga memulai untuk membentuk pasar sendiri, yang tentu itu membutuhkan banyak waktu. Setelah membuka pesana via online, rasanya harus segera membuka stand/kios di dunia nyata. Dipilihlah kios kecil di Jalan Kaliurang km 9. Jauh juga dari kampus, apalagi pas jaman skripsi itu

Karena pindahan kantor bareng sama ambil skripsi, saya jadi jarang ke kantor karena udha ada orang yang jaga juga. Saat itu, saya bolehlah bangga dikit karena bisa ngasih gaji orang lain. Alhamdulillah, saya masih 21 tahun waktu mulai ngasih gaji orang. Karena skripsi lumayan susah, pegawai saya jadi sering sendirian di kantor. Jadi pergi sendiri, pulang sendiri. Kayak jomblo ngenes udahan. Hingga suatu saat, beliau mundur dari jabatan yang saya berikan. Wah, saya kaget banget itu denga kabar itu. Terus siapa yang gantiin saya kalo gini di kantor? Jaman skripsi bikin bingung broo

mortar-board_zps62a1c49e

Akhirnya saya sempet-sempetin untuk ke kantor tiap hari. Tapi, tetep aja gegara skripsi, gak bisa tiap hari ke kantor. Hal ini lumayan mengganggu saya. Walau tetep bisa mengatur jadwal bikin skripsi, tetap aja pikiran terbelah 2 ke bisnis juga. Denga jarak kantor dan kampus lumayan jauh, kadang saya jadi malas ke kantor. File skripsi masih numpuk, gak mungkin dibawa ke kantor. Tapi, hal itu berubah ketika saya selesai sidang skripsi pada Oktober 2015. Saya jadi lebih leluasa ke kantor, walau juga kadang harus tabrakan saa kuliah.

Namun, karena tempat yang cukup jauh dari kampus dan pesanan masih stagnan, saya memutuskan cari kontrakan baru untuk mengembangkan. Hingga nemu lah rumah kontrakan murah di Pogung Lor. Dari sini, saya benar-benar mulai serius sampai mau bikin surat perusahaan. Tapi, birokrasi di KPP Sleman terkenal lama, dan wajib punya IMB. Padahal kontrakan saya gak ada IMB.

yusuf-_-_-_-_

Gak ada IMB membuat teman saya yang juga ikut ngontrak, kebetulan punya bisinis susu Go Milk, agak bingung. Padahal syarat IMB adalah hal wajib di Sleman. Dia kebingungan saat diberitahu ternyata yang ada cuma surat tanah doang. Belum bayar kontrakan pula.Hingga saat ini, masalah IMB rumah untuk surat perusahaan masih terkendala. Doakan kami ya guys.

Advertisements

Elegi Sebuah Peta

Setelah 5 tahun, akhirmya saya akan menginjakkan kaki saya lagi di negeri Singapura, negeri kecil nan ramai di seberang sana. Saya sangat antusias melihat nama saya terpapmapng sebagai delegasi resmi Asean Youth Leaders’ Exchange and Action Program (AY-LEAP) 2016. Tempatnya juga keren, Sarimbun Scout Camp, semacam kamp alami gitu yang isinya lengkap dan biasanya dipakai buat pertemuan-pertemuan gitu. Waw, tak sabar rasanya..

Well, saya sungguh terkejut sekaligus senang dengan acara ini. Saya sekali lagi, berhasil menunjukkan kalau mimpi yang ditulis itu lebih besar kemungkinannya untuk tercapai. Saya yang emang hobi travelling iseng aja nempel peta di kamar saya, sambil saya lingkari tempat-tempat yang saya ingin tuju. Ini dia petanyapeta

Di peta ini, tempat-tempat yang saya lingkari dan saya tulisi tahun berapa saya ingin mengunjunginya, seperti Lombok (2013), Malaysia (2014), Singapura (2016), Serawak Malaysia (2016), Raja Ampat (2017), dan lain-lain. Dari sekian tempat itu, hampir semua sudah berhasil saya kunjungi misal Lombok, Malaysa, dan Singapura. Ada beberapa tempat yang emang belum sempat terkunjungi, tapi saya yakin sekali bisa mengunjunginya, insya Allah.

Benar kata orang kalau kita punya keinginan atau mimpi, tulislah mimpi itu. Saya sudah membuktikan lewat peta itu. Lewat peta itu, saya jadi selalu teringat target saya untuk ke tempat-tempat itu. Secara tidak langsung, pikiran dan tindakan saya mengarah ke destinasi di atas. Entah itu sekadar cari tiket, tanya-tanya teman, sampai ikut event-event di tempat-tempat tersebut. Dengan izin Allah, satu per satu tempat di peta itu tercoret, menandakan tempat itu sudah berhasil disinggahi.

100_1063

Jikalau kamu punya mimpi, tulislah. Selalu ingat mimpimu itu. Jangan lupa berdoa dan berusaha mewujudkannya. Dengan menuliskannya, paling tidak kita tidak akan lupa mengejarnya. Mungkin sebentar lagi saya akan pasang peta dunia di kamar saya, lalu saya lingkari negara-negara di di Eropa dan Amerika sana. Tulisan itu sama dengan ucapan, sama-sama doa. Semoga mimpi-mimpimu tercapai.

Petaku sudah membuktikannya. Kamu juga pengen? Pasang petamu di dinding kamarmu, lingkari tempat-tempat eksotis pilihanmu. Yakinlah, suatu saat kamu akan menjejakkan kaki disana.

See you..

 

Ikut Komunitas Pengusaha, Gimana Tuh Kak?

Hari Sabtu kemarin saya diundang sebagai pembicara seminar wirausaha di Solo, tepatnya di UNS Solo. Menariknya, cukup banyak peserta yang ikut seminar. Saya juga antuasias dalam mengisi seminar. Luar biasa bis bertemu dengan teman-teman di Solo kemarin. Saya juga masih butuh banyak sekali belajar wirausaha.

Selesai seminar, terjadi perbincangan menarik antara saya, Mas Miftah, dan Ibnu, seorang peserta seminar. Kami  bertiga berdiskusi tentang gimana memulai bisnis sampai gimana kalau kita ikut forum atau komunitas pengusaha gitu. Untuk poin pertama, rasanya beres dalam sekejap pembicaraan kami. Namun untuk poin kedua, baru terasa cukup lama. Dalam hal ini, pendapat saya dan Mas Miftah agak berbeda dengan Ibnu.

Inti dari pembicaraan itu, Ibnu ingin tahu gimana cara kami berdua memulai usaha yang kami rintis sejak kuliah. Lalu, ia juga menanyakan langsung apa ikut forum Pengus*aha Kam*** di sosial media seperti dirinya. Saya jawab iya, tapi saya hanya mengamati, belum pernah ikut kopdar atau kumpul. Ibnu ternyata ikut forum tersebut yang regional Solo, dan katanya ia sering berdisksusi tentang bisnis di forum tersebut.

Ibnu intinya meminta pendapat kami tentang keikutsertaan dia di forum tersebut dan hubungannya dengan prospek wirausahanya nanti. Terjadi perbincang kurang lebig begini: Saya (H), Mas Miftah (M), dan Ibnu (I)

I : Saya udah ikut regional Solo, Mas. Sering gitu diskusi tentang bisnis. Mas gak ikut?
M : Wah aku malah baru tahu ada forum gitu. Kalau menurutku ya bagus sih forumnya.
H : Saya ikut yang Jogja sih. Tapi saya belum pernah ikut kumpul forumnya walau sering
I : Ikut aja Mas. Saya sering kok diskusi masalah bisnis soalnya saya lagi nyari partner bisnis juga yang pas untuk bisnis saya. Jadi bisa saling tukar pikiran.
M : Wah, kalau gitu kelamaan, Mas. Langsung sendiri aja, Mas. Kalau nyari partner cocok dulu, bisa lama
I : (Agak terdiam, sepertinya ia agak kaget dengan jawaban Mas Miftah) Gitu ya Mas? Soalnya disana banyak bange diskusinya dan ide saya bisa bisa saya share kesana
H : Wah, bagus sih diskusi Mas. Cuma kalau bisa, ya eksekusi langsung aja idenya. Jangan kelamaan
I : Say alagi nyari partner Mas. Belum nemu yang cocok. Kadang udah cocok, tapi malah mundur besoknya. Itu yang saya bingung tadi mas tentang nyari parner.
M : Kalau bisa, sendirian dulu aja. Dijalani aja sendiri, soalnya nanti yang tahu masalah bisnis itu kamu sendiri. Jangan nunggu partner cocok dulu baru bisnis.
H : Forum itu bagus kok. Cuma, kita juga harus tetap jalan sendiri bisnisnya. Forum gitu cuma buat sharing aja, sekalian promosi. Kalau mau start up bisnis, ya lakuin sendiri aja. Percuma banyak diskusi bisnis tapi ga pernah dilakuin, Mas. Hehe.. (sambil senyum)
I : Tapi kalau ga diskusi dulu takut rugi gimana gitu Mas
M : Udah, Mas. Pokoknya mulai aja usahanya. Nanti kan bakal keras sendiri gimana rugi dan untung itu. Jangan kelamaan. Forum pengusaha akan cocok sama kita kalau bisnis kita juga jalan. Selama bisnis kita belum jalan, diskusi terus di sosmed tentang bisnis ya kurang bagus. Langsung aja
I : (Mulai manggut-manggut). Gitu ya Mas…

Forum Komunitas Pengusaha itu bagus, tapi lebih bagus kalau kita menjalankan bisnis kita dahulu. Selama binsis belum jalan, tentu diskusi panjang di sosmed tentang itu tentu sia-sia.

Ada pendapat lain?

Thanks AIESEC UNS !!!

Hari Sabut, 20 Februari 2016, untuk kesekian kalinya jadi pembicara, tapi untuk pertama kalinya saya jadi pembicara di luar kampus saya, Universtas Gadjah Mada. Tepatnya di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Diundang oleh AIESEC cabang UNS menjadi suatu kebanggaan, tapi juga pelajaran bagi saya untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Saya didapuk menjadi pembicara sebagai seorang mahasiswa wirausahawan yang dibilang “sukses”, padahal saya ini belum ada sukses-suksesnya loh. Gitu menurut saya.

Tapi, mungkin yang ada dalam pikiran saya adalah saya sudah berani melangkah untuk menjadi mandiri melalui wirausaha, walaupun banyak sekali terjatuh dan masalah yang saya hadapi. Bukankah 1000 langkah itu selalu dimulai dengan langkah pertama? Yap, begitulah mungkin yang saya pikirkan. Memulai wirausaha itu tidak mudah. Saya selalu ingat pesan dari kakak angkatan saya “Kalau kamu takut berbisnis, maka kamu masih normal”. Memang bener itu. Saat teman-teman kita nyaman bisa kuliah pulang tanpa repot-repot memikirkan biaya hidupnya, kita malah repot-repot mikirin biaya hidup kita sendiri. Haha..

Jadi, perjalanan penuh warna hari itu dimulai dari Jogja jam setengah 6 pagi karena saya ingin ngejar prameks ke Solo jam setengah 6. Selama di prameks, saya masih bingung mau ngapain nanti. Emang udah dikirim sih materinya, cuma saya masih bingung dalam penyampaiannya harus seperti apa. Well, perjalanan terus berlanjut hingga Solo Balapan. Saya dijemput Adit, salah satu panitia acara tersebut. Solo pagi itu masih sepi, mungkin aroma weekend sudah terasa pagi itu.

universitas_negeri_sebelas_maret_surakarta_18

Sampai di UNS, tepatnya di gedung LPPM UNS. acara dihelat lantai 4. Ketemulah saya dengan panitia acara tersebut, terutama dengan ketua pelaksananya, Keke, yang tidak lain adalah adik kelas saya sendiri pas SMA di Malang. Kami ngobrol ngalor ngidul lama sekali membicarakan banyak hal terutama yang berbau Malang. Maklum, kalau ketemu teman sedaerah asal emang selalu begini ceritanya. Saya juga ketemu Mas Miftah, pembicara satu lagi, founder dari Cangwit Solo, sebuah ruang publik penuh kreatifitas yang terkenal. Saya juga banyak ngobrol dengan dia lama sekali, apalagi setelah tahu bahwa ia kuliah S-2 di UGM.

Hal paling mengejutkan hari itu adlaah ketika acara sambutan dimulai. Tiba-tiba muncul seorang sahabat lama saya, Mushammad Husni Ibrahim, yang tidak lain adalah teman SMA saya juga. Dia datang sebagai perwakilan AIESEC Indonesia. Keren kan? Saya kaget begitu dia muncul di depan saya. Hari itu benar-benar jadi reuni SMANTI di UNS, saya, Keke, dan Husni. Saya dan Husni sudah 5 tahun gak pernah ketemu. Sekali ketemu, dia udh keren banget, mewakili AIESEC Indonesia.

12744289_1158373984187828_2765065550494370434_n

Saat acara seminar berlangsung, yah seperti biasa. Saya dan Mas Miftah menyampaikan materi saya seperti biasa sesuai yang kami inginkan. Sesekali kami bikin ice breaking biar tidak tegang. Acara pun ditutup dengan penyerahan plakat dari panitia. By the way, ini adalah plakat paling bagus yang pernah saya dapat, hehhe. Sayangnya, Husni sudah bertolak ke Jakarta lagi sebelum seminar selesai. Walau cuma sebentar, mantep banget bisa ketemu Husni. Sampai ketemu lagi kawan.

Terima kasih AIESEC UNS, semoga materinya bermanfaat. Saya juga masih belajar loh sebagai wirausaha. Mohon doanya …

GRACIAS, AIESEC UNS

Cara Mudah Memulai Bisnis

Memulai bisnis bisa dibilang sulit, namun sebenarnya mudah. Kesulitan utama dalam meulai bisnis adalah pikiran kita yang selalu mengarahkan kita kepada kegagalan. Pikiran kita terlalu memikirkan resiko-resiko yang sebenarnya belum kita hadapi. Layaknya anak kecil ayng belajar naik sepeda. Ia tak akan pernah bisa naik sepeda jika ia tak pernah mencoba. Jika ia takut jatuh, sampai dewasa pun ia takkan pernah bisa naik sepeda.

Begitu pula bisnis. Memang resiko pasti ada, bahkan resiko selalu menjadi teman dalam berbisnis. Namun, yang kita perlu pikirkan adlaah bagaimana sikap kita terhadpa resiko tersebut. Jangan terlalu mudah menganggap resiko itu sebagai sebuah batu sandungan. Jadikan ia menjaid batu loncatanmu untuk memulai bisnismu.

Mungkin kita selalu berpikir bagaimana kalau bisnis kita gagal. Ya, sebenarnya wajar kalau kita memikirkan ini. Tapi, terlalu lama memikirkan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Pikirkan resikonya, hadapi resikonya. Smekain lama kita memikirkan resiko, resiko itu akan semakin menghantui kita yang membuat kita tidak memulai bisnis kita. Bayangkan saja bila bisnis kita berhasil, kenyamanan dan kesejahteraan di baliknya. Jadikan ia sebagai modal utamamu.

Berikut ini adalah tips agar kamu lebih mudah memulai bisnismu sesuai passionmu, diantaranya:

  1. Mulai dari Hal Yang Kamu Senangi

Jadikan hobi atau hal-hal yang kamu senangi menjadi menjadi bisnis awalmu. Misal kamu hobi masak, jadikan hobimu itu menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan. Amati pasar, amati konsumen. Mereka bisa jadi akan ketagihan masakanmu.

2. Mulai dari Yang Paling Gampang

Mulailah bisnismu dari yang paling mudah dilakukan sekarang. Ya, sekarang, bukan nanti, besok, atau tahun depan. Pastikan kamu segera melangkah ke langkah pertamamu. Jika kesuksesanmu harus ditempuh dengan seribu langkah, maka melangkahlah selangkah demi selangkah. Langkah pertama adalah langkah paling mudah untuk memulai perjalananmu.

Misal, kamu seorang mahasiswa yang ingin IPK tetap bagus, tapi juga pengen punya penghasilan sendiri, maka kamu harus bisa atur waktu. Miliki bisnis yang paling gampang yang dilakukan seorang mahasiswa, misal nitip jualan kue di kantin atau bikin kaos panitia acara kampus ke penjahit-penjahit. Sungguh mudah kan memulainya?

3. Mulai dari Sekarang

Memulai harus segera. Jangan lama-lama. Tidak ada batasna waktu sebenarnya untuk merencanakan bisnis. Namun, terlalu lama membuat rencana biasanya membuat resiko bisnis yang akan dihadapi seakan menjadi penghalang untuk segera memulai. Mulailah, dan segera hadapi. Resiko tidak untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. Semakin cepat kamu menghadapi resiko, semakin cepat pula kamu tahu cara menangani resiko.

Misal kamu punya bisnis konveksi baju. Resiko yang dihadapi banyak, misal desain tidak sesuai, jahitan tidak bagus, dan lain-lain. Jika kita terus berkutat pada hal-hal ini, kamu takkan pernah memulainya. Mulailah dari sekarang, hadapi resikonya. Ketika kamu menemui masalah misal jahitan kurang rapi, kamu dengan sendirinya akan mencari tahu solusinya. Dari situ, kamu bisa belajar untuk menghindari hal sama di masa depan. Tanpa segera memulai, kamu akan semakin lama untuk tahu menangani suatu masalah dalam bisnismu.

So, mulai bisnismu dari yang paling kamu senangi, paling gampang, dan yang pasti, dari sekarang. Bayangkan saja kalau kamu bisa punya uang sendiri, enak kan? Jangan lama-lama bayangkan kalau kamu bangkrut. Yakinlah, bangkrut adalah pelajaran paling berharga dalam sebuah bisnis, karena bisnis yang sukses adalah bisnis yang pernah  bangkrut.

 

Amankah Orang Lain dari Perilaku Kita?

Menjadi muslim yang baik itu tidak mudah. Sebaik-baik muslim tentu Rasulullah SAW, lalu para sahabat, tabi’in dan tabi’in tabi’in. Namun, tidak salah jika ingin menjadi muslim yang baik seperti yang dicontohkan Rasulullah. Rasulullah begitu banyak menunjukkan akhlak-akhlak mulia seorang muslim yang tentu harus dimiliki oleh setiap muslim.

Salah satu akhlak yang dicontohkan Rasulullah adalah orang lain merasa aman dari perilaku dan lisan kita. Kok begitu. Sebagaimana sabda Rasulullah:

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

Dan dalam riwayat Tirmidzi dan An Nasa’i,

و المؤمن من أمنة الناس على دمائهم و أموالهم

“Seorang mu’min (yang sempurna) yaitu orang yang manusia merasa aman darah mereka dan harta mereka dari gangguannya.”

Dan tambahan dalam riwayat lain,

و المجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله

“Dan yang disebut dengan orang yang berjihad adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah .”

Maka, sudah sepantasnya perilaku kita ini membuat orang lain aman. Jangan sampai kita ini termasuk orang yang membuat saudara muslim kita yang lain merasa tidak aman, bahkan merasa risih ketika berdekatan, atau bahkan ketika baru terdengar nama kita. Maka, janganlah kita ini mudah marah, mudah tersinggung, dan sejenisnya. Jangan juga kita sebagai sesama muslim gampang terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar.

Jangan sampai ribut di media sosial membuat kita renggang di dunia nyata. Kita juga introspeksi apakah chat-chat dan status-status kita di media sosial membuat saudara muslim kita aman dari perilaku dan lisan kita. Jangan kita gampang marah, apalagi gara-gara hal sepele yang membuat saudara muslim kita enggan berdekatan dengan kita.

Gampang marah merupakan akhlak tercela yang sangat dibenci Nabi Muhammad. Bahkan, ketika seorang sahabat meminta nasihat, beliau mengulangi perintahnya, “Laa taghdhob” artinya jangan kamu marah, hingga 3 kali, menunjukkan pentingnya perkara tersebut.

Kamu masih gampang marah, gampang tersinggung cuma gara-gara guyonan di media sosial? Jangan gampang marah ya. Jadikan orang lain aman ketika berada di dekat kita..

Sajak Petang

Hari ini aku mengerti sesuatu
Aku bukanlah siapa-siapa dibanding dirimu
Fakir asmara, begitu orang menyebut namaku
Indah nian panggilan namaku itu
Di balik itu, aku menyimpan harapan terbesarku
Hening malam ini membuatku sadar akan sesuatu
Allah lah Sang Maha Memiliki Rencana, bukankah begitu?
Dimanakah dirimu? Ah entah, mana ku tahu tentang dirimu
Walau begitu, aku tetap ingin bertemu denganmu
Ingin sekali hati ini memiliki
Pertanyaannya, apa yang menginginkan dirimu hanya aku?
Untuk hal ini, aku tak yakin. Benar benar tak yakin
Tak yakin jika aku lah seorang diri yang menginginkanmu
Rabbi, aku yakin banyak sekali pesaingku
Ilahi, padamu aku berserah diri, memasrahkan segala urusan
Aku yakin, rezeki takkan tertukar walau sebutir nasi pun
Rintik hujan pun tak pernah salah memasuki wilayah yang Kau takdirkan
Ibarat hujan, begitu pula hati ini, ingin memasuki hatinya, Ya Rabb
Sepatah kata pun belum aku lontarkan padanya, sedikit pun belum
Tapi, semoga namanya dalam doaku menggetarkan hatinya suatu saat
Inilah usaha terbaikku, Rabbi
Entah kapan ini akan terjawab, Engkau Maha Tahu
Namamu, hanya Allah yang Maha Tahu …

 

Pogung Baru, Malam Selasa..

Cintai Pekerjaanmu, Bukan Kantormu

Kesibukan akan pekerjaan memang kadang membuat kita asyik. Kesibukan akan pekerjaan menandakan bahwa kita bisa membuat waktu kita menjadi lebih produktif. Bahkan, kesibukan kerja biasanya menjadi salah satu indikator seseorang dianggap mampu secara finansial untuk menghidupi dirinya sendiri.

office-lighting-166

Yang perlu diingat adalah bahwa hidup kita ini bukan hanya soal pekerjaan. Hidup kita bukan soal pekerjaan, posisi, gaji, klien, dan urusan-urusan kantor lainnya. Seorang profesor pernah mengibaratkan sebuah wadah yang diisi bola tenis, lalu dia berujar kepada muridnya, “Apakah ini sudah penuh?”. Muridnya menjawab kalau itu sudah penuh. Lalu profesor menambahkan pasir hingga menutupi celah-ceah di antara bola-bola tenis. “Apakah sudah penuh?”, tanyanya lagi. Kali ini para murid lebih mantap menjawab kalau itu sudah penuh. Lalu, sang profesor memasukkan coklat cair dan merembes di antara celah-celah pasir hingga hampir tumpah. “Apa sudah penuh?”, tanya profesor lagi. Kini, murid-muridnya bimbang. “Ini sudah penuh. Ini menunjukkan kehidupan kita. Bola tenis adalah hal-hal penting dalam hidup kita yang tidak bisa digantikan seperti keluarga, kebahagiaan, dan agama. Lalu, pasir ini bagaikan pelengkap hidup kita seperti uang, mobil, kekayaan, aset, dan lain-lain”,kata profesor. “Lalu coklatnya, Prof?”. “Ya coklatnya adalah sesekali cobalah minum coklat, hidupmu akan terasa lebih bahagia”.  Sebuah pesan mendalam bagi kita.

Pulanglah kantormu tepat waktu. Jangan tunda kepulanganmu. Ada yang menunggumu di rumah. Ada anak istrimu yang menunggumu di rumah sambil menonton TV dan makan kue. Jangan jadikan pekerjaanmu menjadi satu-satunya kehidupanmu. Betapa banyak orang yang memiliki karier tinggi, namun ujung-ujungnya bunuh diri karena mereka tidak memedulikan keluarga dan kebahagiaan batin mereka. Orientasi mereka hanya kantor, klien, gaji, dan jabatan. Pergilah rekreasi, jalan-jalanlah bersama keluargamu, mainlah dengan teman-temanmu, sapalah tetangga-tetanggamu, datangilah tempat-tempat ibadahmu, sungguh hidupmu akan jauh lebih bahagia.

aa-happy-people-2

Jikalau memang harus lembur, jangan jadikan itu menjadi suatu kebiasaan. Jika itu kebiasaan, yakinlah itu pertanda bahwa kamu belum mampu mengatur waktumu di kantor dengan baik. Jadilah orang yang mampu mengatur waktu dengan baik. Khusus para wanita, calon-calon ibu anak-anaknya, jangan gampang-gampang meninggalkan anak-anakmu hanya demi pekerjaan. Anak-anakmu tentu lebih layak diasuh oleh seseorang yang melahirkannya. Janganlah engkau merepotkan orang tuamu lagi untuk mengurus anak-anakmu. Engkau adalah sumber kebahagiaan di dalam keluarga, penyejuk mata suami dan sekolah pertama anak-anakmu.

Pulanglah kantor tepat waktu. Ada yang menunggumu untuk diajak rekreasi dan jalan-jalan. Hiduplah dengan bahagia.

family

 

Cara Memulai Bisnis Pemula

Bisnis? Siapa yang terjun dalam dunia bisnis mau tidak mau harus mencurahkan segala perhatian dan tenaganya dalam bisnis, apalagi saat masih pemula. Kok gitu? Lha iya toh. Dimana-mana, pemula itu awalnya harus bekerja keras sekali agar dapat jadi lebih baik kemudian hari. Sama dengan itu, jika kamu ingin sukses berbisnis, maka fokuslah.

“Jika kamu masih takut berbisnis, yakinlah, kamu masih normal”

Quote di atas saya ambil dari sebuah seminar alumni di kampus saat mereka ada reuni di kampus. Para senior bercerita tentang pengalaman hidupnya yang bekerja di bidang teknik, ekonomi, hingga wirausaha. Quote di atas saya ambil ketika ikut ke sesi sharing alumni yang menjelma jadi pengusaha besar sekarang.

Berbisnis itu artinya kamu meninggalkan zona nyaman. Sebaliknya, bekerja sebagai profesional di suatu perusahaan atau instansi adalah memasuki zona nyaman. Ketika bekerja, gaji kamu pasti sudah ditetapkan oleh perusahaan. Kamu yang udha kerja pasti mengalami “momen gabut” saat kerja awal-awal. Kamu mengira kalau kerja di sebuah perusahaan akan sibuk banget. Nyatanya, kamu malah sering duduk-duduk aja, main HP di ruang AC, kadang sampai bengong karena kerjaan di kantor ada ayng bantu ngurusin. Ini pengalaman pribadi teman-teman saya yang jadi profesional di berbagai perusahaan lho, bukan karangan saya heehe. Bukan 1-2 orang, banyak banget. Benar-benar zona nyaman pokoknya.

Bandingkan dengan kamu saat berbisnis. Saat temanmu istirahat jam kerja, mungkin kamu yang masih dalam tahap pemula dalam berbisnis harus pontang-panting panas-panasan ngangkat alat ini itu di unit usahamu. Saat pagi temanmu masih tidur, kamu sudah harus bangun untuk memasak misalnya bagi kamu yang bisnis kuliner. Saat teman-temanmu enak sekali menikmati akses wifi kantor di ruang AC, kamu di luar sana harus jungkir balik ngangkat kursi-meja sana-sini.

Biar gak tambah takut berbisnis, ini dia cara bagi kamu yang memulai usaha dari nol

  1. Fokus

Fokuslah pada bidang yang kamu tekuni. Jadikan kamu menjadi salah satu ahli dalam bidang tertentu. Misal kamu pengusaha soto ayam, maka fokuslah dalam masalah soto ayam, jangan fokus pada yang lain. Buat soto ayammu itu yang terbaik dibanding yang lain

2. Jadilah Beda

Kata seorang pebisnis ulung, kalau produkmu adalah yang pertama, kamu pasti menang. Tapi, jika produkmu sudah ada yang bikin, maka, berbedalah. Perbedaan menjadi salah satu daya tarik bagi para konsumen untuk memakai produk anda. Analoginya adalah ada banyak sapi di padang rumput. Seorang penggembala mencari sapinya dari kejauhan. Sapinya berkulit putih, sedang sapi lainnya berkulit hitam. Tentu mudah bukan mencarinya?

Jadikan produkmu memiliki faktor pembeda yang membuat pelanggan tertarik.

3. Sabar

Sabar menjadi musuh utama para pebisnis awal. Biasanya, mereka ingin hasilnya instan dan langsung bisa beli ini itu dari hasil bisnis. Sabar dulu. Mungkin kamu buth waktu beberapa bulan untuk belajar dari kesalahan sehingga kamu jadi lebih baik. Tidak ada guru yang lebih baik daripada pengalaman dan kesalahan. Kalau kamu bisnis tapi belum pernah bikin kesalahan, maka kamu belum belajar dengan benar tentang bisnismu.

4. Kenali Pasar

Target pasar menjadi hal utama ketika kamu memulai bisnis. Target pasar juga menyesuaikan cara promosi dan cara bisnismu. Misal, kamu ingin berbisnis konveksi baju. Maka, kamu harus kenali pasarmu, misal mahasiswa. Maka, kamu harus banyak berkecimpung di media sosial sehingga mampu masuk ke dunia para mahasiswa yang sedang banyak-banyaknya memakai media sosial.

Misal lagi, kamu mau bisnis pertambangan. Maka, rasa-rasanya hampir tidak ada perusahaan tambang yang beriklan di televisi dan media sosial. Mereka hanya masuk ke dunia televisi atau media sosial mungkin hanya ketika mengadakan acara bakti sosial atau jalan sehat. Perusahaan pertambangan biasanya langsung berurusan dengan pemerintah dan regulasi setempat sehingga mereka hampir tidak pernah promosi via media.

 

Sudah punya rencana bisnis? Sebaik-baik bisnis adalah bisnis yang dijalankan, bukan direncanakan. Rencana memang perlu, tapi kebanyakan rencana tentu tidak baik. Pebisnis itu emang ga enak. Saat orang lain kerja sambil duduk-duduk ngopi di ruang AC, kita malah harus mondar-mandir, jungkir balik, dan parahnya, mungkin hasilnya juga belum kelihatan selama berbulan-bulan.

Jangan menyerah dulu. Jalan pebisnis sukses itu emang berliku. Gak bisa sehari semalam. Seribu langkah menuju kesuksesan dimulai dari 1 langkah pertama. Segeralah melangkah, sebelum orang lain melangkahimu..

Begadang 3 Malam

Sudah 3 malam terakhir saya tidur di atas jam 12 malam. Kebetulan walaupun liburan, masih banyak urusan yang harus diselesaikan. Mulai dari pindahan kantor baru, web bisnis baru, sampai semester baru. Semoga semester baru ini adalah semester baru saya di bangku kuliah ya !!

635886537513496904-1294888863_keep-calm-this-semester-will-be-fine

Mungkin kamu bertanya-tanya, kok ngurusin gitu doang sampai begadang terus 3 malam? Wah, jawabnya rada susah ini hehe. Gini-gini. Jadi emang begadang 3 malam ini efeknya banyak. Tapi, alhamdulillah, saya masih dibangunkan Allah saat adzan Shubuh berkumandang. Itu nikmat tersendiri dibangunkan saat shubuh walau malamnya begadang gak karuan.

hqdefault

Jadi, ceritanya saya benar-benar merubah bisnis saya. Mulai dari tempat, web resmi, hingga nanti bentuk badan usaha saya. Tempat, dari Jl Kaliurang km 9 pindah ke Pogung Lor. Ini adalah perubahan paling signifikan karena Jl Kaliurang km 9 itu jauh ternyata untuk anak kuliahan kayak saya yang nyambi bisnis. Lalu, web resmi. Kayaknya, kalau masih pakai domain blogspot atau wordpress, serasa kurang gimana gitu untuk web bisnis. Maka, dibuatlah web resmi bisnis saya di http://www.konveksitexco.com

denah

Nah, untuk ngisi dan ngatur web itu nggak gampang. Walau fiturnya udah disediain sama WordPress (kebetulan saya pakai WordPress), tetep aja ngatur menu dan postingan butuh waktu dan ketelitian. Apalagi, besok tanggal 9 kuliah resmi berjalan lagi. Jadi, saya gak ingin liburan saya sia-sia sehingga pas udah masuk waktu kuliah bisa siap semua. Fiuhh, 3 malam ngurusin beginian akhirnya terisi juga webnya. Perlahan-lahan, saya akan membawa web ini masuk page 1 google. Insya Allah

Yang terakhir, tentang badan hukum usaha saya. Kebetulan, saya ingin mendirikan CV yang tentu dilengkapi dengan surat-surat perusahaan dan lain-lain. Hal ini berguna untuk iku tender-tender besar pemerintah dan perusahaan biar kita terpercaya sebagai partner bisnis mereka. Ini juga nggak gampang. Butuh waktu berhari-hari untuk melengkapi persyartannya mulai NPWP pribadi sampai segala macam fotokopian ini itu yang menguras pikiran.

yusuf-_-_-_-_

Well, di minggu yang tenang ini, semua urusan itu hampir selesai. Tinggal beberapa yang butuh finishing. Selain berharap semester ini adalah semester terakhir saya, saya juga punya beberapa harapan dan impian besar tahun ini:

  1. Wisuda Agustus 2016
  2. Omzet naik 3-5 kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumya
  3. Bisa ngontrak rumah sendiri tahun 2016 ini
  4. Menikah sebelum reunian SMA bulan Desember 2016 nanti, sambil nyicil beli mobil pribadi, hahaha…

nikah-1024x640-660x375

Semoga begadang 3 malam ini ada hasilnya. Khusus impian saya nomor 4 itu, silahkan merujuk kepada postingan saya sebelumnya. Undangan sudah siap, tinggal isi 1 slot nama aja yang masih misterius.

Saya selalu percaya dengan sebuah petuah “Hasil itu cerminan dari usaha”, dan juga “Semua orang punya jatah gagal. Maka habiskan jatah gagalmu di masa mudamu” .

Selamat berakhir pekan, selamat beraktifitas !!