Melaka

Pernah tahu nama Melaka? Nama selat tersohor antara Sumatra dan negeri seberang, Malaysia. Ternyata, nama Melaka diambil dari sebuah kota persis di pinggiran Selat Malaka. Ada yang menyebutnya Malaka, Melaka, atau Melacca.

10492509_1018878198137408_4521911290380204558_n

Swiss Garden Hotel, Venue Konferensi

Allah Maha Baik. Seusai aku menyelesaikan seminar penelitian di kampus, aku memasukkan naskah seminarku ke panitia acara konferensi lingkungan di Melaka bulan Mei 2015 lalu. Setelah diterima, berangkatlah diri ini dengan 5 orang teman. Walau tak mendapat jatah presentasi, ilmu-ilmu yang ada di konferensinya lumayan. Dan yang penting, jalan-jalan menn.

Jalan-jalan pertama kita adalah Melaka River. Wiih, kalo di Indonesia, apalagi Jogja, mungkin nyebutnya Kali Melaka. Kayak Kali Code, bisa disebut Code River, sungai penuh kode (halah..). Jadi, Melaka River ini bisa kita nikmatin pemandangannya pas malam pake kapal feri. Bingung kan ada kapal feri di kali? Ga bayangin kalo ada kapal feri Kali Code. Bagusnya, Melaka River ada di bawah Swiss Garden Hotel pas. Jadi, gambarnya pecah banget pokoknya..

10487247_1018878221470739_7956348956770716812_n

View dari Feri di Atas Melaka River

Lalu, bergeser ke Kampung Portugis. Kampung Portugis ini terletak pas di pinggiran Selat Melaka. Kampung ini dipenuhi oleh orang-orang keturunan Portugis. Konon, tempat ini jadi persinggahan Portugis, alis Portugal sebelum menjajah Indonesia. Pas kesana, banyak banget bule-bule Eropa yang tinggal dan kerja di kampung Portugis. Pemandangannya pecah banget apalagi pas bikin lampion di hari pertama setelah kita datang di Melaka.

Lalu, kita lanjut ke taman di pusat kota Melaka. Kalo di Jogja, itu udah kayak alun-alun kidulnya Melaka. Banyak tempat-temapt bersejarah mulai taman, gereja, benteng, kantor, dan begitu banyak tempat lain. Kata orang, kalau foto di tempat ini, orang-orang yang udah pernah ke Melaka pasti akan langsung tahu kalau itu Melaka. Hebat tenan taman Melaka ini

Dan yang paling penting, ya acara konferensinya. Ketemu dengan beberapa orang unik dan baru benar-benar membuka wawasan. Ada ketemu dengan orang India, sebut saja Kiran. Dia orangnya ngotot sekali dalam berpendapat. Dia begitu teguh memegang pendapatnya, seteguh aku memegang cintaku padamu (Zainuddin-Hayati style..). Ada juga yang namanya Mr Muhammad dari Yaman. Dia ternyata kakak tingkat saya dalam hal masalah Teknik Kimia karena beliau adalah mahasiswa S3 di UTM. Apa itu UTM? Caris sendiri ya

Ada lagi orang Filipina, sebut saja Mae. Gadis 19 tahun ini begitu aktif pas diskusi. Setelah berkali-kali diskusi via Whatsapp sepulang dari Melaka, baru tahu kalau dia anak aksel. Dua kali aksel. Umur 20 udah mau lulus kuliah katanya. Buset, jadi inget wisuda Februari. Satu lagi yang paling menarik, namanya Alfandias. Dia orangnya modelnya seneng konferensi gitu dimana mana. Pas di Melaka, dia malah udah kenal beberapa orang. Katanya dulu mereka janjian ikut acara konferensi di Melaka pas di Filipina. Jauh banget dan udah terencana. Udah kayak pejabat aja. Anak IPB ini juga seringeksis dalam forum konferensi internasional dan domestik. Kok tahu? Lha wong dia eksis juga di medsos haha. Anak PPSDMS juga, mantu idaman banget dah, maksudnya buat cewek-cewek. Kalo aku, tetep setia padamu..

 

Segitu dulu jalan-jalan di Melaka nya. Cuma 4 hari, tapi lumayan berkesan lah untuk pengalaman hidup. Tempat ini cocok buat travelling atau honey moon. Hawanya kayak Jogja, anget-anget gimana gitu..

See you again Melaka…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s